Detak-Palembang.com PALEMBANG -Herman Deru Calon Gubernur Sumatera Selatan menyatakan tiga isu sentral yang menjadi keinginan rakyat Sumatera Selatan.  Pemerataan Pembangunan, Perbaikan Infrastruktur dan Hidupkan Lagi Sekolah dan Berobat Gratis.  Hal ini disampaikan Herman Deru usai rapat koordinasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Sumsel.

Deru menyampaikan tiga permasalahan yang menjadi isu sentral dalam Pemilihan Gubernur (Pilgubl) Sumsel dalam orasi politiknya dan saat di hadapan awak media.

“Yang pertama pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Sumsel bukan hanya Palembang,  ada 17 kabupaten kota di Sumsel.  Inilah yang diinginkan rakyat,  rakyat inginkan perubahan kearah yang lebih baik,” papar mantan Bupati OKU Timur ini.

Yang kedua,  lanjut Deru rakyat Sumsel menginginkan perbaikan infra struktur terutama jalan penghubung antar kabupaten kota yang menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Sumsel.

“kita tau ruas jalan provinsi sepuluh tahun terakhir tidak banyak bertambah.  Bahkan berberapa tempat saat ini jalan provinsi rusak parah. Jalan yang menjadi urat nadi perekonomian harus menjadi prioritas pembangunan untuk kesejahteraan rakyat,” imbuh Herman Deru didampingi calon Wakil Gubernur Mawardi Yahya di hotel Galaxi jalan Parameswara, Jumat (09/02)

Yang ketiga,  Herman Deru menyampaikan akan menghidypkan kembali program sekolah gratis dan berobat gratis yang dicanangkan pemerintah Provinsin Sumsel.

“kita tau sekolah gratis mati suri,  kuliah gratis hanya jargon. Demikian juga dengan berobat gratis. Bebnan masyarakat harus diambil alih pemerintah provinsi dengan menghidupkan dua program ini. Siapapun yang berjanji saya yang akan menuntaskannya,” tegas Deru.

Ditambahkannya, Saat ini, masyarakat terus dibohongi, salah seorang Calon terus berupaya mensosialisasikan masalah insfrastruktur 2 tahun tuntas, padahal tahun 10 tahun tahun terakhir insfrastruktur tidak kunjung baik.

“Jangan hanya memasang advetorial di media melalui dana APBD, tetapi tunjukkan bukti nyata. 8 bulan menjabat bupati banyak menerima penghargaan, tetapi yang menyerahkan bapaknya. Itukan sama saja bohong,”ucapnya.

Senada calon Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya bertekad untuk menghidupkan kembali, sekolah gratis yang saat ini kenyataanya hanya janji manis. Kuliah gratis, tidak terwujud bahkan SMA sekarangpun sudah bayar.

“pemerintah saat ini tidak tidak berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan, hal ini berdasarkan data BPS, IPM Sumsel peringkat 23 dari 34 Provinsi,”jelasnya

Demikian juga di Muba lanjut Mawardi, angka kemiskinan meningkat menjadi 24 persen.

“Itulah, kenapa Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan datang ke Muba, karena ingin memperbaiki Muba. Anehnya dibuat berita advetorial yang mengiring opini masyarakat,”jelasnya

Sekretaris DPD PAN Muara Enim Izudin Efendi,  memintah kepada pasangan HD-MY jika terpilih menjadi Gubernur meminta dihidupkan kembali berobat gratis dan sekolah gratis. Menurutnya program tersebut di kabupaten Muara Enim  sudah tidak berjalan.

“Tolong hidupkan kembali sekolah gratis dan berobat gratis. Program ini bisa meringankan beban hidup msayarakat saat ini,” ujar pria yang juga ketua fraksi PAN DPRD Muara Enim.

Selain itu Izudin Efendi juga meminta kepada pasangan HD-MY untuk menyetop angkutan batu bara yangvmelalunjalan negara atau jalan umum karena sangat mengganggu masyarakat terutama di Muara Enim.

“Stop angkutan batu bara dinjalan negara karean selain tidak sesuai aturan perundaangan juga sangat mengganggu kenyaman dan ketertiban masyarakat,  ini aspirasi warga Muara Enim,” ujarnya saat gelaran tanya jawab.

Menjawab permasalahan angkutan batu bara,  Deru menyatakan dengan tegas akan menyetop angkutan batu bara yang melintas di jalan negara.

“tanggal 7 saya dilantik tanggal 8 saya stop angkutan batu bara. Angkutan batu bara harus memiliki jalan khusus tidak boleh melalui jalan umum,” tegas Herman Deru saat menjawab pertanyaan dan saat dimintai tanggapan.