Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel-Bangka Belitung lebih agresif mengembangkan diri kedepan. Pernyataan tersebut dilontarkannya pada acara pengarahan Gubernur Provinsi Sumsel Kepada Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank Sumsel Babel, di Kantor Utama BSB Lantai I6, Jakabaring Selasa (9/10).

“Pada poin ini saya minta ini menjadi catatan, kita perlu membenahi dan memperbesar aset kita dengan seoptimal mungkin. Ini tentu harus dilakukan dengan gerak yang lebih agresif,” tegasnya.

Diakui HD beberapa tahun terakhir kinerja BSB menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal ini terlihat dari aset yang mendekati angka Rp23 triliun. Namun demikian kata HD hal ini belum bisa menyamai kinerja beberapa BPD di pulau Jawa.

“Saya juga cari-cari tahu bank-bank (BPD) mana yang paling besar di Indonesia, ada BJB, ada Bank Jateng dan DKI. Nah kalau untuk BSB ini baru sejajar dengan Bank Sumbar,” jelasnya.

Untuk mendukung agresifitas itu HD menilai BSB perlu meningkatkan kembali layanan, tampilan dan perbanyak promosi. Kemudian yang tak kalah penting adalah para direksi dan staf jajaran juga harus kreatif mencari tahu apa keinginan nasabah.

“Bank Sumsel Babel ini adalah kebanggaan ke sumsel. Jadi bagaimana caranya kita membuat masyarakat Sumsel merasa memiliki bank ini. Kebanggaan ini jangan sampai hilang,” tambahnya.

Selain itu Gubernur HD juga membawa bebebrapa catatan mengenai  targetnya untuk BSB. Di masa kepemimpinannya HD menghimbau agar BSB  terlibat langsung dalam pembiayaan program-program unggulan daerah di masa mendatang. Target itu tak lain bertujuan untuk itu mengembalikan kejayaan Sumsel sebagai daerah lumbung pangan.

“Kalau pertanian, perkebunan kita berkembang bagus ini akan cepat mengurangi angka kemiskinan. Peran bank di sini sangat penting untuk membiayai program ini. Saya akan bahas lebih banyak soal ini pada pertemuan berikutnya” ungkap HD.

Dikatakanya kesempatan bank untk mendaoatkan dana pihak.ketiga dari calon nasabah masih terbuka luas. Sebab sebagai mantan bupati OKU Timur dua periode, dia paham betul bahwa masih banyak masyarakat di pedesaan yang bekum tersentuh lembaga pembiayaan seperti bank.

“Ini harus jadi perhatian kita semua. Ayo kita mulai dari open minded kita secara bersama-sama dulu. Jangan menyepelekan pelaku usaha mikro, memang penampakannya kecil tapi uangnya nyata. Ini untuk kita juga biar kontribusi BSB ke Pemprov makin besar,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) BSB Muhammad Adil menjelaskan bahwa rencana kerja BSB Sumsel saat ini sudah sejalan dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur yang baru disampaikan beberapa hari lalu.

“Targetnya sudah terintegrasi dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur yang ingin mengurangi angka kemiskinan. Ada perbaikan-perbaikan yang tidak bisa kita anggap remeh khususnya perbaikan pelayanan di bidang IT,” jelas Adil.

Saat ini lanjut M.Adil kinerja BSB mencatat hasil menggembirakan dimana DPK terkumpul sebesar Rp18,5 triliun, kemudian kredit sebesar Rp3,1 triliun dengan perolehan laba mencapai Rp426 miliar.

“Untuk tingkat kesehatan  NPL bank terus dijaga 2,6 % dan maksimum 5%. Kita upayakan terus jaga mitigasi resiko dan lainnya. Mimpi saya kita jadi raja di negeri sendiri. Sampai Juli target  DPK sebentar lagi lewat. Kalau ATM kinclong dan layanan digital jalan, mudah-mudahan BSB akan semakin maju,” tutupnya.

Usai memberikan pengarahan, Dirut BSB Muhammad Adil memberikan BSB Cash secara simbolis kepada Gubernur Sumsel Herman Deru. BSB Cash yanf merupakan layanan e-money ini dapat digunakan untuk membayar sejumlah transaksi meliputi tiket LRT, Transmusi dan Tol.

Hadir juga dalam acara tersebut yakni Staf Khusus Gubernur yang juga mantan Dirut BSB Asfan fikri Sanaf dan Komisaris Utama BSB Yusri Efendi.