Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) , Herman Deru mengatakan bahwa beternak bukan hanya sekadar hobi tetapi juga merupakan investasi bagi masyarakat. Oleh karenanya  dalam Visi dan Misinya akan menjadikan Sumsel menjadi lumbung pangan nasional yang di dalamnya ada peternakan.

Ia menyatakan sangat fokus pada peternakan sebagai salah satu upaya mengentaskan kemiskinan di Sumsel yang angka kemiskinannya masih tinggi dibanding angka kemiskinan nasional.

“Kalau bicara masalah hewan dan peternakan harus dimulai dari cinta dahulu terhadap hewan, dari cinta maka kita tumbuh kembangkan menjadi sumber penghasilan,” ungkap Herman Deru dalam Seminar Peternakan dan Kesehatan Hewan Berintegritas yang di inisiasi oleh Perhipunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah Sumsel, Di Auditorium Bina Praja, Senin (22/10).

Ia menyampaikan bahwa menjadi tugas pemerintah agar masyarakat mau beternak, karena pengaruh besar agar masyarakat mau beternak adalah pemerintah. Kalau pemimpinnya punya kepedulian terhadap peternakan masyarakat akan ikut.

“Kita harus menanamkan kepada masyarakat bahwa beternak mempunyai nilai investasi. Kepada instansi terkait harus mensosialisasikannya. Peran pemerintah menjadi motivator, karena rakyat akan ikut kalau pemerintah yang  menaungi peternakan. Memelihara baik itu sapi, kerbau, kambing atau lainnya merupakan sumber penghasilan. Berternak menjadi sumber penghasilan utama bukan sumber penghasilan alternative,” jelasnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Jafrizal, Ketua PDHI Wilayah Sumatera Selatan bahwa kegiatan ini didasarkan pada harapan dan juga keperihatinan insan peternakan dan kesehatan hewan di Sumsel  terkait dengan kebijakan, hukum dan perizinan usaha peternakan, pelayanan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner di Sumsel.

“Kami berharap  untuk menjadi lebih  maju, berdaya saing dan berkelanjutan dalam penyediaan pangan yang aman, sehat, utuh dan halal, mampu melindungi masyarakat dari penularan penyakit hewan menular, serta dapat memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha agar dapat berkelanjutan” harapnya.

Ia menjelaskan bahwa Peternakan merupakan sektor pendukung ketahanan pangan nasional, sektor peternakan dapat merupakan urusan wajib dalam mendukung ketahanan pangan.

Selain itu Peternakan membuka lapangan usaha dan pekerjaan serta mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan. Dan juga  Peternakan merupakan penghasil protein hewani yang bermanfaat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Untuk pemerintah daerah peternakan sesuatu yang wajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pertanian.Melindungi  status kesehatan masyarakat secara umum dari penyakit hewan. Berdasarkan data dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) bahwa sedikitnya 75% penyakit baru yang muncul pada manusia adalah bersifat zoonosis,” tutupnya.