Detak-Palembang.com JAMILTEPEC – Helikopter milik kemeterian pemerintah Meksiko UH-60 Black Hawk jatuh di kota Pinotepa de Don Luis, Santiago Jamiltepec, negara bagian Oaxaca, Meksiko. Rombongan ini sedianya hendak meninjau korban di lokasi gempa bermagnitudo 7,2 pada Jumat (16/2) waktu setempat yang mengguncang Meksiko,namun justru memicu tragedi lain.

Helikopter yang mendarat dengan keras, dan menewaskan 13 orang serta melukai 15 orang menghancurkan mobil van yang mengangkut korban gempa.

Saat terjadi kecelakaan, listrik mati dan hari sudah gelap. Helikopter membawa Menteri Dalam Negeri Alfonso Navarrete dan Gubernur Negara Bagian Oaxaca Aljandro Murat. Namun menurut keterangan resmi Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto bahwa kedua pejabat tersebut tidak mengalami luka.

“Sayangnya, beberapa orang di darat justru kehilangan nyawa dan yang lainnya terluka,” tulisnya di Twitter pada Jumat malam.

Sementara itu, kantor kejaksaan Oaxaca telah mengonfirmasi kematian korban tewas yang menimpa lima perempuan, empat pria, dan tiga anak, sedangkan seorang korban lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Tim penyelamat dengan cepat tiba di lokasi kecelakaan untuk mengevakuasi korban selamat. Namun, belum jelas mengenai kemungkinan adanya penumpang helikopter yang tewas.

Menurut Navarrete, pilot helikopter kehilangan kendali sekitar 40 meter di atas tanah ketika hendak mendarat. Dia menambahkan, beberapa penumpang helikopter juga mengalami luka.

Sekitar 50 rumah di kota dekat Santiago Jamiltepec rusak, begitu pula dengan balai kota dan gereja. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa.

Otoritas negara bagian Oaxaca telah membuka tempat penampungan untuk masyarakat yang terkena dampak gempa. Hampir 6/000 tentara dan polisi ditugaskan untuk membantu tanggap darurat.