Detak-Palembang.com PALEMBANG – Usai melakukan city riding bersama Menhub RI dari Plaza BKB, Gubernur Sumsel Herman Deru ikut mendampingi Menhub RI Budi Karya Sumadi melanjutkan agendanya  berdialog dengan sejumlah komunitas biker di Gunz Cafe, kawasan Kambang Iwak (KI), Sabtu (8/12). Pada kesempatan itu HD mengibaratkan bahwa komunitas itu tak ubahnya mata pisau.

“Komunitas itu seperti mata pisau. Kalau kita mau baik bisa baik, kalau mau jahat bisa juga tergantung kitanya,” ujar HD.

Berbeda dengan image geng motor yang terbentuk “negatif” di negara dan daerah-daerah lain, di Sumsel kata HD para biker justru bersahabat dan dekat dengan masyarakat. Untuk itu HD selalu mengingatkan agar para biker ini menunjung budi pekerti dan sedapat mungkin untuk mengajak kebaikan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

“Alhamdulillah biker di sini semuanya Tawadhu ngerti agama  dan lalu lintas. Di sumsel komunitas biker nya tidak ada yang buat kejahatan, aman di sini,” jelas HD disambut tepuk tangan ratusan biker yang hadir.

Hanya saja diakui HD masyarakat masih memerlukan edukasi mengenai keselamatan berkendara terutama para orang tua. Sebab tak sedikit pengendara yang ada di jalanan adalah anak-anak sekolah, bahkan sekolah dasar. “Masih kecil sudah dibelikan motor. Dan mereka ini kadang keliaran di jalan sementara orang tuanya gak tau. Bukan tidka boleh tapi belum waktunya. Nah ini harus diedukasi lagi,” jelas HD.

Obrolan yang dibahas HD-Menhub dan para biker itu tak hanya soal berkendara di jalan, tapi juga meluas hingga masalah gerandong di sejumlah daerah juga LRT dan banjir serta berita hoax.

“Kalau soal gerandong atau begal itu sudah diatasi semua denga  pihak Kepolisian. Nah untuk LRT saya minta betul masyarakat biasa memanfaatkannya. Biar lebih mudah nanti saya akan tambah katong parkir dan perbanyak bus fedeer di sekitar stasiun,” jelas HD.

Demikian halnya dengan Hoax, menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut sebagai manusia yang dikarunia akal ia meminta masyadakat lebih cerdas dan bijak menggunakan medsos. Jika menerima suatu informasi harus ditelaah dulu kebenarannya jangan langsung disebarkan lagi.

“Hoax itu kan artinya bohong, tidak benar. Makanya jangan diteruskan. Harus hati-hati, menerima informasi, buat status juga karena ada UU ITE,” papar HD.

Sementara itu Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa untuk menjadi pengendara yang baik syaratnya sangat sederhana dan mudah. Karena berkendara ini merupakan kegitan sehari-hari dan juga hobi.

“Mereka ini kita ajak duduk bersama agar merasa menjadi bagian dari jadi bagian dari kita. Setelah menjadi bagian kita baru kita ajak bicara yang umum setelah itu kita beritahu mana yang seharusnya. Untuk menjadi pengendara yang baik itu tidak terlalu complicated,” jelas Budi.

Selain punya motor, pengendara yang baik lanjut Budi harusnya juga memiliki nomor kendaraan, bisa bermortor dengan baik, memakai helm dan tidak boleh ngebut.

“ini hal-hal yang sederhana tapi karena kadang karena cuma bisa ikutan bisa gagahan jadi lupa. Nah kalau mereka ini sudab  jadi komunitas pasti mereka konsen, dan jadi kebanggan satu komunitas apabila ikuti peraturan. Makanya dalam kegiatan ini saya khusus ikut naik motor,  memberikan helm biar menjadi catatan apa yang harus mereka lakukan,” tegas Menhub.

Kegiatan itu kemarin tak hanya diisi dengan City Riding, dan custom painting tapi juga music perfomance dan bavi-bagi helm untuk peseeta yang bisa menjawab pertanyaan. Bahkan usai berdialog Menhub dan orang nomor satu di Sumsel Herman Deru kembali melanjutkan berkendara ke Rumah Dinas Walikota Palembang yang tak jauh dari lokasi untuk menghadiri acara Nikah Massal yang digelar Pemkot Palembang.

Acara bertajuk Millenials Connected ini dihadiri sejumlah komunitas motor di Sumsel di antaranya, PMS,Max Series Bersatu, Bikers Sriwijaya,Ride and Grill, Caferacer Palembang, Motoricks, IMBI, SMOC,Sengkuni Chaoter Palembang, Motot Besar Club dan masih banyak komunitas lainnya.