Detak-Palembang.com PALEMBANG – Herman Deru-Mawardi Yahya sebagai Gubernur Sumatera Selatan terpilih ditetapkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dalam Rapat Paripurna Istimewa XXIV, Kamis (16/8) dengan agenda pengumuman hasil penetapan KPU perihal Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil pemilihan Kepala Daerah tahun 2018.

Meski tidak dihadiri lebih dari separuh anggota dari jumlah anggota Dewan, Gubernur terpilih dan Gubernur Sumsel serta tidak ada OPD maupun  FKPD Pemprov Sumsel bahkan Awak media juga tak menemukan komisioner KPU atau bawaslu dalam paripurna istimewa kali ini. Namun demikian  pasangan terpilih H. Herman Deru – Mawardi Yahya sudah disahkan DPRD Sumsel. Demikian disampaikan pimpinan sidang yang juga Plt Ketua DPRD Sumsel, Yansuri.

“Rapat ini sah. Tidak harus kuorum karena ini rapat paripurna istimewa,”tegas Yansuri.

Sepinya rapat paripurna ini setelah pimpinan dewan mengeluarkan surat edaran DPRD Sumsel nomor : 005.160/01065/DPRD-SS/2018 perihal pembatalan undangan, tertanggal 16 Agustus 2018 yang ditanda tangani Plt Ketua DPRD Sumsel Yansuri, S.Ip.

“Paripurna istimewa ini sifatnya internal, dibuka dan terbuka untuk umum,”ucap Plt Ketua DPRD Sumsel Yansuri seusai paripurna.

Diterangkannya, terkait paslon terpilih mau datang atau tidak itu terserah, dan itu tidak ada kewajiban. Tidak ada kewajiban maupun larangan gubernur terpilih harus diundang.

“Surat edaran pembatalan tersebut karena mereka tidak melakukan koordinasi sama DPRD. Tapi jika mereka mau datang tidak ada larangan,”jelasnya.

Selanjutnya diterangkannya, DPRD akan menindak lanjuti surat yang telah ditanda tangani DPRD tadi, ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), paling lama 5 hari dan bila tindak di tindak lanjuti KPU bisa langsung.

“Kita punya waktu lima hari untuk meneruskan ke Menteri Dalam negeri. Jika tidak mereka (KPU Sumsel) bisa langsung menyampaikan ke Menteri Dalam negeri, “singakatnya..