Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi General Manager Pertamina Refinery Unit III Plaju beserta rombongan di Ruang Tamu Gubernur, Senin (5/11). Dalam kesempatan itu HD menitipkan pesan agar Pertamina RU III memperhatikan pengaturan SPBU penyedia premium.

“Beberapa SPBU ini sering saya temui jadi penyebab kemacetan, misalnya di depan Asrama Haji lama dan di MP Mangkunegara. Terutama saat premium tiba di SPBU,” jelas HD.

Menurut HD, masalah ini sebenarnya bisa diminimalisir oleh Pertamina, karena mengganggu  pengguna jalan lainnya. Untuk itu HD meminta Pertamina memetakan SPBU mana saja yang dimaksud.

“Perlu diperhatikan dan ditegur. Biar tidak macet sampai ke jalan pemilik SPBU bisa melebarkannya atau bisa dialihkan ke SPBU yang punya lahan luas,” jelasnya.

Selain soal pengaturan SPBU, HD juga meminta Pertamina memperhatikan kembali aset yang ada. Pasalnya menurut HD beberapa aset yang dulunya menjadi favorit masyarakat untuk rekreasi terkesan terbengkalai.

“Bagus Kuning itu dulu bagus sekali, indah dan bisa dinikmati orang Palembang. Tapi sekarang tak terurus padahal itu dulu kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya dalam audiensi itu HD juga meminta Pertamina memperhatikan betul pemerataan elpiji 3kg. Caranya bisa dilakukan dengan mempermudah izin pembukaan pangkalan gas.

“Bisa kerjasamakan dengan koperasi atau UMKM agar distribusi. Karena harganya sulit terkontrol,” ujarnya.

Menurut HD, meskipun Pertamina tidak mengirimkan surat audiensi, dirinya tetap akan mengundang secara khusus. Tujuannya untuk mengkomunikasikan dan mendiskusikan kerjasama Pemprov dan Pertamina.

Sementara itu General Manager Pertamina RU III Yoshua Nababan mengaku senang bisa diterima audiensi oleh Gubernur Sumsel beserta jajarannya. Selain mengenalkan sejarah Pertamina RU III, kesempatan itu juga dimanfaatkannya untuk memperkenalkan rombongannya dan menjelaskan progres CSR yang telah mereka lakukan.