Detak-Palembang.com PALEMBANG – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 27 Juni nanti diprediksi banyak kalangan meningkatnya peredaran uang palsu. Olehbkarena itu Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan, terus melakukan sosialisasi, mengantisipasi terjadinya peredaran uang palsu di masyarakat.

Humas Kantor Perwakilan BI Sumatera Selatan, Edwin menghimbau, agar masyarakat lebih berhati – hati saat menerima uang dari orang atau pihak lain, hendaklah selalu melakukan  prinsip 3D, Dilihat, Diraba, Diterawang.

” Catatan BI Sumsel, pada Tahun 2017, uang Rupiah palsu yang BI terima sebanyak 1.464 lembar,”terang Edwin  melalui sambungan seluler Kamis (08/02)

Edwin melanjutkan Estimasi kebutuhan uang di Sumsel tahun 2018 sebesar Rp13,242.130 triliun (tiga belas koma dua ratus triliun) dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp11,729.863 triliun

“Untuk uang palsu, prediksi dari BI tidak ada angka pastinya, tapi kalau dilihat tahun politik sebelumnya (2014) memang ada peningkatan dibandingkan tahun 2013,”terangnya

Ditambahkannya, tren uang palsu 2017 sudah mengalami penurunan dibandingkan 2016. Namun bisa saja kemungkinan meningkat di 2018 karena memasuki tahun politik.

“Bila, memperoleh uang palsu jangan kembali diedarkan, tapi dilaporkan ke pihak berwajib. Semoga tidak terjadi peningkatan peredaran uang palsau tahun 2018,”tutupnya.