Detak-Palembang.com PALEMBANG – Melalui kegiatan rembug adat, Pemerintah kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan terus menjalin komunikasi baik keseluruh tokoh masyarakat, agama dalam wadah rembug adat guna menyukseskan asian games 2018 mendatang. Dengan membuka ruang musyawarah peranserta semua eleman wajib melestarikan adat budaya Palembang.

Walikota Palembang H.Harnojoyo mengatakan jika adanya ruang rembug adat ini adalah salah satu jembatan komunikasi antar pemangku adat kota Palembang ke Pemerintah guna memberikan solusi dan masukan dalam membangun kota Palembang dan budaya Palembang nian.

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas pemberian gelas Cek kepada saya dengan sebutan Cek Arno. Sebenarnya berdasarkan sejarah memang pada dasarnya saya keturunan wong Palembang. Meskipun baru pertama kali acara ini dilakukan, namun kedepan nanti wajid dilakukan secara rutinitas bahkan dimasukan ke Perwali.

Lanjutnya mengenai pakaian saya sangat sepakat untuk diwajibkan pakaian ini pada hari jumat dan dimasukan ke kurikulum pendidikan jadi bahasa khas ini jangan dihilangkan

Alimudin Halim ketua Rembug Adat kota Palembang. Kegiatan budaya kota kita ini harus menjadi suatu kebiasaan dengan mempopulerkan panggilan untuk sebutan kita dengan sebutan Cek. Kemudian pada hari jumat diwajibkan kepada instansi Pemerintah menggunakan baju khas adat kota Palembang.

“Alhamdulilah secara langsung kami memberikan gelar Bapak H.Harnojoyo dengan sebutan Cer Harnojoyo (Cek Arno) dari pemangku adat kota Palembang. Selain itu juga dengan diberikannya gelar tersebut kami juga memberikan  tanjak sebagai tanda kehormatan atas diberikanya gelar tersebut. Selain itu juga dalam kesungguhan menjaga budaya dan pelestarian kota Palembang, kami secara langsung menduku semua program Palemban Emas 2018,” jelasnya usai pemberian gelar, Rabu (20/12) di ballroom Atyasa.

Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Teguh, ini merupakan suatu kegiatan dimana ketua adat dan Pemerintah saling membuka dan menerima masukan guna mencapai pelestarian kota kita.

“Kita sangat mengharapkan sekali diera perkembangan zaman yang kian maju ini tidak memudarkan khasana khas asli budaya Palembang. Seperti halnya bahasa asli wong kito benar-benar harus menjadi identitas Wong Kito tentunya. Dalam hal ini juga kegitan ini bisa memacuh generasi muda untuk mewujudkan Palembang nian di era zaman yang sudah maju ini,” pungkasnya.