Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pasangan calon nomor urut satu, Harnojoyo – Fitrianti Agustinda menyita perhatian publik, karena dinilai mampu menguasai materi debat dengan performanya, level Harnojoyo membedakan dengan paslon lain. Harnojoyo menunjukan kelasnya sebagai negarawan.

Sindiran dan provokasi paslon No. 2 tak merusak konsentrasi Harnojoyo dan wakilnya Fitrianti Agustinda Tetap tenang menjawab pertanyaan panelis dan menjelaskan pertanyaan paslon lain. Bahkan pertanyaan Harnojoyo membuat paslon lain kelimpungan.  Hal ini terekam dalam debat publik yang diselenggarakan oleh KPU kota Palembang, Jumat malam (22/06), di hotel Aston Palembang.

Seperti pertanyaan panelis,Prof Didik tentang upaya Harno – Fitri dalam peningkatan ekonomi masyarakat Palembang. Dengan tenang, Harno – Fitri menjawab dengan data yang sudah ada.


“Alhamdulillah saat ini pertumbuhan ekonomi kota Palembang naik bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah kota Palembang telah melakukan program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat  diantaranya dengan bantuan tanpa mofal dan agunan bagi UMKM kota Palembang, kedepan akan terus kita tingkatkan, ” ujar Harnojoyo.

Disinggung soal penegakan hukum pada aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah kota Palembang, Harnojoyo menegaskan komitmenya untuk mengakkan supermasi hukum di lingkungan Pemerintah kota Palembang.

“Selain penegakan hukum yang sudah ada SOP nya, kita berupaya untuk mensosialisasikan setiap SOP yang ada kepada semua ASN dengan pengawasan yang ketat,” tegas Harnojoyo.

Harno – Fitri juga berhasil menjawab tanggapan dari paslon nomor tiga Akbar Alfaro – Hernoe tentang keterlibatan Pemerintah pusat dan Pemerintah provinsi sehingga Palembang maju seperti sekarang.

“Kami akui Palembang semakin maju dibawah kepemimpinan Pak Harnojoyo, namun semua tidak terlepas dari peran Pemerintah provinsi dan pusat, bagaimana tanggapan saudara ” Tanya Akbar Alfaro kepada Harnojoyo.

“Ini bukti, jika Pemerintah kota Palembang mampu bersinergi dengan baik dengan pemerintah pusat dan provinsi, namun perlu diketahui Pemerintah kota Palembang sangat andil besar dalam setiap pembangunan yang ada, jembatan musi IV, musi VI, flyover simpang bandara dan keramasan, serta pembangunan infrastruktur lainnya, semua telah dianggarkan oleh Pemerintah kota Palembang untuk pembebasan lahan, sehingga berjalan dengan baik, akhirnya Pemerintah pusat mau menggelontorkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur tersebut. Puluhan tahun menantikan pembangunan jembatan baru, baru sekarang kita dapatkan,” Tegas Harnojoyo.

Seperti masyarakat Kota Palembang pahami dimasa kepemimpinan Edi Santana Putra (ESP) Kota Palembang kehilangan kesempatan membangun Jembatan Musi 3 karena gagal menyiapkan lahan untuk membangun jembatan dan jalan penghubung.

Dan akhirnya pemerintah pusat mengalihkan anggaran ratusan  milyar pembangunan jembatan Musi 3 untuk membangun jembatan di sungai Mahakam.