Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pasar yang bersih nyaman dan ramah merupakan salah satu misi yang harus dilanjutkan pasangan Harnojoyo-Fitrianti dalam membangun ekonomi kota Palembang. Untuk itu Revitalisasi pasar di Palembang jadi salah satu prioritas pengembangan ekonomi rakyat yang dilakukan Fitrianti Agustinda. Karena, dengan semakin nyaman pembeli, maka akan meningkatkan income pedagang.

Saat ini sudah beberapa pasar tradisional di revitalisasi seperti pasar 10 Ulu,  pasar Soak Batok 26 Ilir,  pasar Pagi Kamboja, Pasar KM 5, pasar Sukarami.

“Kedepan beberapa pasar akan segera direvitalisasi. Karena itu bagiam dari program Saya bersama Pak  H. Harnojoyo dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Palembang,” jelas Fitri usai berkunjung ke Pasar Soal Bato, Kelurahan Bukit 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Senin (12/3).

Menurut Calon Wakil Walikota Palembang nomor urut 1 ini, keberadaan pasar tradisional dan pedagang kecil, menjadi dasar pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk itu, perlu ada perhatian khusus terhadap kondisi pasar.

Tidak hanya memperhatikan secara fisik, sejak tahun 2017 lalu, diadakan sekolah Pasar untuk para pedagang Pasar Rakyat Soak Bato Palembang, yang dibuka secara resmi oleh Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina di Palembang beberapa waktu lalu.

“Kedepan pasar di Palembang semakin baik. Sesuai program kerja saya bersama pak H. Harnojoyo saat aktif menjabat Walikota dan Wakil Walikota Palembang. 2018 tidak ada lagi pasar di Palembang yang kumuh dan terkesan amburadul,” ujarnya.

Sampai Hari ini, ada dua pasar yang didatangi Fitrianti, yakni Pasar Padang Selasa dan Soak Bato. Dimana, untuk pasar padang selasa, sudah diinformasikan terkait rencama revitalisasi yang terletak di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I.

“Tadi kita sudah informasikan jika nanti Pasar Padang Selasa akan dibangun sekitar bulan 8 (Agustus). Semua program revitalisasi pasar sudah disusun sejak tahun 2016,” tuturnya.

Fitri berharap, pedagang maupun pengelola dapat menjaga Pasar yang telah direvitalisasi, mulai dari kebersihan dan keamanan pasar.

“Jik pasar aman dan bersih, maka pembeli akan lebih betah belanja di pasar. Dengan begitu maka pedagang pasar juga yang akan diuntungkan,” sampainya.

Terkait dengan adanya keluhan pedagang terkait tidak stabilnya harga, Fitri mengatakan akan melihat sejauh mana kondisi yang menyebabkan beberapa komoditi pangan yang naik seperti cabai merah dan bawang.

“Sesuai pengalaman kita, persoalan kenaikan harga disebabkan beberapa faktor, seprti cuaca, dan tidak seimbangnya pasokan barang. Hal itu terus menjadi perhatiannya kedepan, ” tutupnya.