Detak-Palembang.com PALEMBANG – Hari pertama masuk kerja pasca cuti kampanye kurang lebih selama empat bulan kini Walikota Palembang, Harnojoyo bersama Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda langsung melakukan aksi gotong royong di kawasan Sungai Kedukan 35 Ilir, Ahad (24/6/2018).

Terang saja, program gotong royong tiap akhir pekan memang merupakan salah satu upaya nyata Harnojoyo dan Fitrianti Agustinda bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk dapat menjaga kebersihan Kota Palembang.

Betapa tidak, dari program gotong tersebut Kota Palembang telah berhasil mendapatkan penghargaan Adipura sebanyak sebelas kali berturut-turut. Bahkan Harnojoyo sendiri telah dinobatkan sebagai “Duta Kebersihan” pertama oleh Partai Demokrat.

Usai melaksanakan shalat subuh di sekitar kediamannya, Walikota Palembang, Harnojoyo dan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama segenap Pemkot Palembang dan masyarakat sekitar melakukan kegiatan gotong royong di Sungai Kedukan 35 Ilir.

Menurut pria yang akrab disapa Harno ini, pada dasarnya selama ia cuti program gotong royong tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya, sebab kegiatan itu memang sudah masuk dalam program Palembang EMAS 2018. Bahkan ia memuji PJs Walikota Palembang, Akhmad Najib yang terus menjalankan program Palembang EMAS seperti safari subuh, safari Jumat, gotong royong dan program lainnya yang mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat.

“Karena sudah lama tidak bergotong royong bersama masyarakat. Rasanya rindu, makanya kami langsung mengelar gotong royong serentak disetiap kelurahan yang ada di Kota Palembang,” akunya.

Bahkan, Harno bertekad menjadikan kawasan Sungai Kedukan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata swafoto dan sejarah yang mirip dengan kawasan Tepian Sekanak Bersolek. Hal ini terbukti dengan secara simbolis pengecatan jembatan dan pinggiran Sungai Kedukan dengan motif warna-warni dan penanaman benih pohon oleh Walikota Palembang, Harnojoyo, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, Sekda Kota Palembang Harobin Mastofa dan segenap pihak terkait lainnya.

“Di sini juga akan kita aktifkan festival dan lomba bidar mini. Bahkan nantinya juga kita buat replika Prasasti Kedukan Bukit yang dibuat persis dengan aslinya beserta terjemahnya sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dengan latar belakang Sungai Kedukan yang elok,” paparnya.

Belum lagi, lanjut Harno, pihaknya telah menyiapkan puluhan destinasi wisata baik wisata kuliner, sejarah, swafoto yang kekinian hingga wisata religi untuk menyambut wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain keramahan masyarakatnya dan kuliner khas Kota Palembang, kita akan manjakan wisatasan dengan destinasi wisata yang ada seperti Kampung Al-Munawar, Alquran Akbar, Pedestrian Sudirman, Lorong Basah Night Culinary dan lain sebagainya. Sehingga kita yakin tahun ini wisatawan yang mengunjungi Kota Palembang mencapai 2,5 juta orang,” tukasnya.

Selain itu, Harno menambahkan, semakin mendekati perhelatan Asian Games pada Agustus mendatang maka kebersihan dan kerapian jalanan harus terjaga. Bahkan pihaknya saat ini tengah memperbaiki ruas jalan yang rusak di Kota Palembang dengan total panjang sekitar 100 kilometer (KM) dan dana mencapai Rp340 miliar. Di mana pada 2018 ini, perbaikan tersebut terbagi dalam 1000 paket perbaikan jalan yang telah dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang.

Senada, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Bastari menambahkan pihaknya telah menyiapkan sekitar 10 personil tiap harinya untuk membantu pengerjaan pewarnaan tepian dan jembatan di Sungai Kedukan tersebut. “Tiap hari berbeda sesuai dengan volume pengecatan. Motifnya sendiri yang digunakan akan bernuansa retro, sebab di sini juga masih banyak rumah-rumah lama atau rumah ada asli Kota Palembang,” singkatnya.