Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Memperingati World Animal Day atau hari hewan sedunia, Komunitas yang menamakan kelompoknya Palembang Peduli Hewan (PPH) mengajak masyarakat untuk stop kekerasan dan menelantarkan hewan.

Koordinator aksi PPH mengatakan, untuk stop membuang hewan dan menyakiti hewan. Ia mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap hewan.

“Kami mengajak masyarakat lebih peduli terhadap hewan, jangan membuangnya, jangan menyakiti. Itulah tujuan kita turun ke jalan untuk menyuarakan hal itu,” ungkapnya di Bundaran Masjid Agung, Kamis (04/10).

Senada dengan Deri, Ketua PPH, Devi Silviana menyampaikan, bahwa ia bersama rekan-rekannya sudah bekerjasama dengan perintah dari Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Palembang sebagai relawan yang bisa mengumpulkan hewan terlantar.

“Kami kumpulkan hewan yang terlantar agar bisa ditampung sementara. Nantinya akan kami carikan tempat dan orang yang mau mengadopsi hewan tersebut,” katanya.

Selanjutnya, mereka akan menampung hewan terlantar dan hewan peliharaan mengalami penyakit akan disterilisasi secara gratis. Hewan peliharaan atau terlantar seperti anjing bila terkena rabies segera lapor ke puskeswan, nanti mereka akan sterilisasi secara gratis.

“Kami mempunyai agenda edukasi kepada masyarakat agar lebih menyayangi hewan. Kalau hewan sudah terkena penyakit maka akan mahal bila mendapat perawatan dari dokter hewan,” ujarnya.

Ditambahkannya, mereka sudah bertemu dengan Gubernur, Herman Deru sewaktu belum dilantik untuk menyuarakan untuk memperhatikan dan pengaktifan  Rumah Sakit Hewan yang ada di Gandus.

“RS Hewan di Gandus belum ada dokter hewannya, kami minta gubernur merangkul dokter-dokter hewan untuk bekerja di RS Hewan. Kami merasa biayanya mahal untuk pengobatan hewan kalau ke dokter hewan yang berpraktik mandiri,” tutupnya.