Detak-Palembang.com PALEMBANG – Menjalani laga pertamanya sebagai kipper bersama Sriwijaya FC senior, Jupriyanto mengaku tak tertekan mempersiapkan penampilannya nanti. Walaupun ia mengakui, Madura United yang akan menjadi lawannya nanti diprediksi akan menyusahkan timnya nanti.

“Jangan sampai kemasukan gol aja. Madura tim yang besar, tapi Sriwijaya FC juga tim besar yang memiliki nama,” ujarnya Jumat (15/2/2019).

Mantan kiper tim Sumsel di PON Jabar 2016 lalu itu akan dipasang menjadi kiper dalam line up laga 16 besar Piala Indonesia 2018, yang akan digelar Minggu (17/2/2019) nanti. Anggota TNI berpangkat Serda di Kostrad ini, bukannya tak memiliki pengalaman di posisi tersebut.

Ia pernah menimba ilmu di SYSA 2009 – 2013, dan bergabung dengan Sriwijaya FC U-21. Setelahnya, ia memperkuat kontingen Sepakbola Sumsel di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat.

Kelahiran Banyuasin ini juga pernah memperkuat Persepam Pamekasan di tahun 2017, dan di Persiba Batang pada musim 2018.  Barulah di musim ini, ia dipanggil kembali ke Sriwijaya FC senior karena mayoritas personel lama meninggalkan tim pasca terdegradasi ke liga 2.

ia mengaku tak sedikit pun merasa terbebani dengan peran tersebut. Menurutnya, kebanggaan membela Laskar Wong Kito lebih membuatnya termotivasi ketimbang tekanan menghadapi Madura United, yang merupakan tim yang cukup punya nama di Sepakbola Indonesia.

“Kalau beban ga ada, malahan saya bangga karena sebagai putera daerah. Saya merasa bangga membela Sriwijaya FC saat ini,” pungkasnya.