Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru mengumumkan siapa yang menjadi pengelola Sriwijaya FC menggantikan Muddai Maddang, Rabu (20/2/2019) orang tersebut adalah Asfan Fikri Sanaf, yang menjadi pemilik saham terbesar di Sriwijaya FC.

Hal tersebut ditegaskan melalui surat pernyataan yang dibuat oleh Notaris, yang menjelaskan jika Muddai Madang menyerahkan seluruh saham miliknya untuk diambil alih oleh Asfan. Dalam surat tersebut, Muddai sebagai pemilik saham mayoritas memberikan 1.084 lembar saham milikinya kepada Asnaf.

“Orang yang tidak punya kepentingan, tapi dia paham. Hasil diskusi, inilah kejutannya. Sriwijaya FC itu diserahkan bulat-bulat oleh Pak Muddai kepada orang yang kita hormati, bapak Asfan Fikri Sanaf,” ujar Deru.

Ia berharap, amanah tersebut tidak hanya menjadi amanah dari manajemen saja. Tapi juga, menjawab ekspektasi masyarakat Sumsel yang berharap Sriwijaya FC dapat menatap liga 2 2019 dengan baik.

Saya harapkan kepercayaan yang diterima pak asfan inibukan haya kepercayaan yang diberikan manajemen, tapi kepercayaan yang diberikan kepada masyakarat. Dan jangan Sriwijaya FC ini sangat ketergantungan pada pemerintah, jangan. Undang-undang mengatur ada batas-batas pemerintah bisa intervensi,” pungkasnya.

Sementara itu, Asfan yang juga mantan Direktur Utama Bank SumselBabel (BSB) ini akan segera melakukan konsolidasi internal manajemen untuk menindaklanjuti amanah yang telah diserahkan oleh Gubernur Sumel. Ia akan segera mengkaji kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan oleh manajemen selanjutnya, apakah akan diteruskan di masa yang akan datang atau diperbaiki.

“Tentu, kita yakinlah akan sudah melakukan perubahan manajemen kepengurusan. Yakinlah kita memiliki visi yang sama, seperti yang pak Gub bilang, mengembalikan gengsi Sriwijaya FC ini kepada tahun-tahun sebelumnya,” tukasnya.