Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin resmi membuka kegiatan South Sumatera Investment Forum (SSIF) 2018 yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel di Grand Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Rabu (15/8).

Pembukaan SSIF tersebut diawali dengan penyerahan Investment Award 2018 oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin kepada para pemenang terdiri dari 3 kategori yakni kategori Perusahaan Terbaik ada 3 perusahaan diraih oleh PT. Semen Baturaja, PT. Hindoli, dan PT. OKI Pulp and Paper. Kemudian, kategori Tata Kelola CSR diraih oleh PT. Pupuk Sriwijaya.

Sementara itu, kategori penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terbaik Kabupaten/Kota se-Sumsel, meliputi 10 nominasi yakni Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, Empat Lawang, Musi Banyuasin, Lahat, Muratara, Musi Rawas, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Kota Palembang.

Dari seluruh nominasi ditetapkan 5 pemenang terbaik yakni, terbaik 1 diraih Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Musi Banyuasin, terbaik 2 Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Palembang, terbaik 3 Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Lahat. Kemudian pemenang harapan 1 Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Musi Rawas Utara, dan harapan 2 diarih Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten OKI.

Kegiatan SSIF yang berlangsung 15 sampai 16 Agustus tersebut dihadiri Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal BKPM RI, Ir. Wisnu Wijaya Soedibyo, hadir juga Wakil Konsultan Jenderal Amerika-Medan, Jessica P serta FKPD Provinsi Sumsel, Bupati/Walikota se- Sumsel dan para pimpinan OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, modal utama Provinsi Sumsel menjadi daerah tujuan investasi adalah Sumsel Zero Konflik, karena belum pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan kerusuhan antar umat beragama di Sumsel.

“Buktinya Sumsel zero konflik dapat dilihat dalam beberapa hari kedepan Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018. Tidak pernah ada daerah konflik yang bisa menjadi tuan rumah Asian Games,” ungkapnya.

Menurut Alex, kondusifitas menjadi syarat utama untuk menarik minat investor berinvestasi di Sumsel. Selain itu, Sumsel memiliki fasilitas seperti Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api. “Bahkan Pemerintah Provinsi Sumsel memberikan kemudahan dalam hal perizinaan berinvestasi di kawasan tersebut,” ujar Alex.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara South Sumatera Investment Forum 2018 yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel, Hj. Megaria mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel terus bekeinginan meningkatkan peluang investasi di Sumsel. Menurutnya, penyerahan penghargaan kepada sejumlah perusahaan dan instansi pemerintah Kabupaten/Kota tersebut sebagai apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumsel dalam rangka peningkatan iklim investasi di wilayah Sumsel.

“SSIF ini kita selenggarakan tanpa menggunakan dana APBD Provinsi Sumsel, semua biaya berasal dari dukungan sejumlah perusahaan yang ada di Sumsel,” terangnya.

Disela pembukaan SSIF dilaksanakan juga pemberian piagam penghargaan kepada perusahaan yang telah berpartisipasi pada acara SSIF 2018 meliputi 11 perusahaan yang ada di Sumsel. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU PDPDE Sumsel dengan 7 Perusahaan Migas.