Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan (GPPMS), melakukan aksi damai menuntut transparansi terkait adanya dugaan permintaan uang oleh oknum Tim seleksi dalam penetapan 10 dan 6 besar calon BAWASLU Kabupaten Kota, adapun nominal uang yang dimintai bervariasi dari 40-50 Juta dan juga sampai 100 Juta untuk Kabupaten/Kota yang jumlah Komisioner tiga orang. Aksi demo berlangsung di sekretariat Gakumdu, Kamis (09/08). 

“Kami mengetahui ini dari pemberitaan di media online,”terang Edy koordinator lapangan saat ditemui awak media.

Koordinator aksi meminta kepada Sentra Gakumdu Sumsel, untuk mengevaluasi dan membatalkan hasil pleno Tim Seleksi tentang penetapan 10 peserta seleksi Bawaslu Kabupaten Kota se-Sumatera Selatan Tahun 2018.

“Kami meminta kepada oknum Timsel yang diduga meminta uang atau menerima transferan sejumlah uang agar segera mengklarifikasi hal tersebut secara transparan kemuka public dengan dalil – dalilnya dan apabila tidak terbukti tentang tuduhan menerima uang tersebut sekiranya, membawa perkara ini ke ranah hukum supaya jangan menjadi fitnah yang mencederai citra baik timsel Bawaslu,”ujarnya

Ditambahkannya, Bila dugaan transaksi uang dalam proses, tahapan seleksi Bawaslu memang terbukti, GPPMS akan melaporkan kasus ini, ke Aparat Penegak Hukum, dalam hal ini Mapolda atau Kejati Sumsel.

“Kami hanya ingin proses seleksi Bawaslu Kabupaten – Kota di Sumsel berjalan dengan mekanisme yang berlaku, transparan, jujur serta adil dan kami juga akan terus berupaya untuk memantau permasalahan ini sampai tuntas,”tegasnya.