Detak-Palembang.com – Kuku adalah salah satu bagian yang tumbuh dari anggota tubuh kita yang sangat berbeda dengan bagian tubuh yang lainnya, kuku mempunyai sifat yang selalu tumbuh terus menerus dan selalu baru. Begitu juga yang konon katanya dulu manusia sebelum di turunkan ke bumi, manusia tercipta dari bahan kuku yang selalu tumbuh lebih bagus, karena melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT jadilah manusia seperti sekarang ini dan hanya menyisakan kuku di ujung jari-jari saja. Itulah asal muasal kuku, adapun kebenarannya wallahu’alam bishowab.

Tetapi yang terpenting bagi kita adalah bagaimana caranya menjalankan syariat islam yang benar, berdasarkan apa yang pernah dilakukan oleh Rosulullah SAW ketika memotong kukunya, menurut riwayat Rosulullah SAW setiap memotong kukunya dilakukan siang hari Jum’at sebelum mengerjakan sholat Jum’at.

Menurut islam memotong kuku adalah suatu awal yang baik dan menjaga kesehatan, karena kuku adalah suatu bagian dari tubuh yang paling agresif dan kerap digunakan, karena kerap dipergunakan maka sudah barang pasti, kuku sangat mungkin terkontaminasi bakteri-bakteri yang setiap saat bisa menyerang kesehatan kita, maka dengan memotong kuku kita bisa terhindar dari serangan penyakit.

Alhamdulillah, memotong kuku tangan dan kaki termasuk salah satu perkara fitrah, sesuai hadist Nabi SAW.

Perkara Fitrah ada lima:

  1. Berkhitan
  2. Mencukur Bulu Kemaluan.
  3. Menggunting Kumis.
  4. Menggunting Kuku.
  5. Mencabut Bulu Ketiak.

(H.R Al-Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa tidak memotong Kukunya berarti ia telah “menyalahi” perkara Fitrah.

HIKMAH Potong Kuku :

1) Untuk menjaga kesucian dan kebersihan, karena kadang dalam Kuku tersebut tersimpan kotoran yang menyebabkan tidak sampainya Air Wudhu’.

2) Menghindari bentuk penyerupaan diri dengan orang-orang kafir dan hewan-hewan bercakar dan berkuku panjang.

SABDA NABI SAW : “Barang siapa yg memotong Kukunya dengan cara tidak berurutan atau secara berlawanan maka tidak akan mengalami sakit Mata”

(HR Ibnu Qudaamah)

CARA MEMOTONG KUKU :

Ulama berbeda pendapat mengenai maksud Nabi Saw dalam hal memotong Kuku secara berlawanan atau tidak berurutan.

IMAM GHOZALI :

Beliau berpendapat bahwa maksud dalam Hadits tersebut adalah dengan cara memotongnya pada Tangan : dimulai dari jari telunjuk kanan, lalu jari tengah kemudian jari kelingking dan begitu seterusnya berjalan ke arah kanan hingga berakhir pada ibu jari dari kanan.

IMAM NAWAWI :

Beliau berpendapat bahwa cara memotongnya dimulai dari jari telunjuk lalu jari tengah hingga jari kelingking kemudian baru ibu jari tangan kanannya.

Sedangkan pada Tangan kiri dimulai dari jari kelingkingnya lalu jari manis kemudian jari tengah lalu jari telunjuk dan berakhir pada ibu jari Tangan kirinya.

PENDAPAT ULAMA’ LAINNYA :

Dan ada pula para Ulama’ yang berpendapat dalam cara memotongnya dengan cara dimulai dari Tangan kanannya dan dengan cara memotong kuku jari kelingking dahulu kemudian jari tengah lalu ibu jari setelah itu jari manis dan berakhir dengan Kuku dari jari telunjuk.

Sedangkan dari Tangan kiri dengan cara dimulai dari ibu jari lalu jari tengah kemudian jari kelingking, setelah itu jari telunjuk dan terakhir Kuku dari jari manis.

CARA MEMOTONG KUKU JARI KAKI: 

Cara memotong Kuku dari Kaki adalah dengan cara memotongnya dimulai dari jari kelingking Kaki kanan, kearah kiri dan berakhir pada Kelingking Kaki yang sebelah kiri.

KAPAN WAKTU potong Kuku?

Hendaknya memotong Kuku setiap kali Kuku tersebut mulai tampak panjang.

MAKRUH Hukumnya mengakhir-kannya sampai LEBIH DARI 21 hari.

HARI-HARI YANG DISUNNAHKAN POTONG KUKU :

Hari : Senin, Kamis atau Jum’ah pagi,

Disunnahkan setiap selesai memotong Kuku, hendaknya mencuci jari-jarinya dan mengubur potongan Kuku-Kuku tersebut.

Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad.