Detak-Palembang.com PALEMBANG – Lahat gambut dan lahan tidur yang luas di Sumatera Selatan (Sumsel) mempunyai potensi besar untuk dijadikan lahan pertanian, hal itu disampaikan oleh Erwin Noor Wibowo Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel usai pertemuan dengan Kepala Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia di Griya Agung, Rabu (08/02).

“Potensi lahan tidur sangat besar yang mempunyai potensi untuk penanaman padi. Lahan pasang surut sebanyak 160 ribu hektar dan lahan lebak sebanyak 120 ribu hektar,” jelasnya.

Ditambahkannya, Lahan tersebut akan di maksimalkan untuk pertanian, jika dibiarkan terlantar akan rentan terjadi kebakaran lahan dan hutan.

“Januari hingga Februari lahan pasang surut lebih cepat panen dari biasanya, jangan sampai menganggur segera diolah sehingga Mei dan Juni bisa panen kembali, hal ini juga menyebabkan lahan tidak ditumbuhi semak dan menimbulkan kebakaran hutan,” ungkapnya.

Lanjutnya,  potensi pada lahan tidur tersebut bisa dilakukan penanaman padi 2-3 kali pertahun. Namun, dibutuhkan perbaikan infrastruktur besar-besaran untuk mengoptimalkan lahan kosong tadi. Komoditi yang bisa diangkan seperti padi dan kedelai.

“Lahan tidur yang berupa gambut diberikan cairan kimia untuk pengomposan sehingga ph tanah menjadi turun dan sedikit menggunakan pupuk kalau akan ditanam, biayanya tidak mahal hanya Rp250 ribu untuk satu hektar. Lahan gambut Sumsel cocok dijadikan sawah,” tutupnya.