Detak-Palembang.com PALEMBANG – Banyaknya sekolah mulai dari tingkat dasar, menengah hingga tingkat atas seakan berlomba menarik pungutan ke siswa. Beragam biaya dan teknik pungutanpun diterapkan sekolah yang berlindung dibalik sekolah unggulan.

Disinyalir praktik ‘jual beli bangku’ menjadi panen tahunan hampir disetiap sekolah favorit dan unggulan. Belum lagi belasan juta rupiah harus dikeluarkan wali murid untuk biaya masuk sekolah.

Menanggapi hal ini, Erry Gustion, pemuda yang belakangan wajahnya menghiasi jalan-jalan utama di Kota Palembang. Menyatakan bahwa, sekolah sudah seharusnya gratis di semua tingkatan, negara harus memastikan bahwa warga Kota Palembang bisa menikmati sekolah.

“Sekolah Gratis jangan hanya jadi slogan. Pemerintah Kota Palembang mampu untuk melaksanakan sekolah gratis sekalipun itu sekolah unggulan,” terangnya, Rabu (29/03).

Pria yang kerap dipanggilan akrab Bowie ini menambahkan, sekalipun swasta sebetulnya menjadi tugas pemerintah kota untuk menjadikan sekolah yang gratis minimal tarifnya tidak terlalu mahal.

“Dengan peran pemerintah daerah, sekolah swastapun bisa gratis atau minimal tidak terlalu membebani siswa secara ekonomi,” lanjutnya.

Ditemui di Sekretariat Komisi Pemuda Kebangsaan (KPK), Erry Gustion pria yang aktif sebagai ketua ini belakangan menarik perhatian banyak warga Palembang, menyatakan praktek yang diduga terjadi jual beli bangku dan bagi bagi jatah siswa selama proses penerimaan siswa baru sudah seharusnya dihilangkan.

Alumnus  Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) 2014 ini menyampaikan walikota atau kepala daerah seharusnya memantau langsung proses penerimaan siswa ini. Harus ada tindakan pencegahan dan tindakan terhadap kecurangan.

“Penerimaan siswa sudah On Line. Seharusnya bisa dipantau secara langsung oleh kepalah daerah. Bila perlu bikin tim khusus. Ini penting untuk memastikan dan menghilangkan praktek curang,” bebernya.

Terkait dengan pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) ataupun Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang kewenangannya ditangan Pemerintah Provinsi, Bowie menyatakan, tetap bisa gratis jika Pemprov mau tentunya dengan berkoordinasi dengan pemerintah kota.

“Setiap kegiatan di Kota Palembang, Pemerintah kota tetap mempunyai tanggung jawab, apalagi siswanya merupakan warga Kota Palembang,” lanjut Alumnus Fakultas Hukum Unsri ini.

Bowie sendiri menyatakan, jika dirinya dipercaya masyarakat Palembang menjadi Walikota Palembang, pendidikan akan menjadi fokus utamanya. Hal ini menjadi penting karena generasi sekarang merupakan generasi yang akan menjadi pemimpin negara ini dimasa depan.

“Jangan sampai ada generasi muda tidak mengecap pendidikan yang layak hanya karena ketidak mampuan secara ekonomi,” tegas Pria yang berprofesi sebagai  Notaris di  Kota Palembang ini.

Pemuda harus menjadi Matahari, lanjutnya, artinya pemuda ini menjadi motor penggerak dalam segala bidang. Tinggal pemerintah memberikan mereka wadah untuk berkreasi.

“Untuk itu seluruh generasi muda Palembang harus mendapat pendidikan yang baik,” ungkap Erry Gustion.

Mengakhiri pembicaraan Bowie menyampaikan, dalam mewujudkan itu dibutuhkan peran serta pemerintah. Untuk menyiapkan  para pemuda sebagai penerus bangsa.