Detak-Palembang.com PALEMBANG – Australia berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur air dan sanitasi di Indonesia. Pada bulan November 2015, Menteri Perdagangan Australia mengumumkan program Infrastruktur senilai AUD 300juta yang diperpanjang bersamaan dengan keputusan untuk menata kembali perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia (lA-CEPA). Nilai AUD 300 juta ini merupakan bentuk investasi dalam kemitraan ekonomi ini. 

Proyek Pengolahan Air Limbah Skala Kota di Palembang  

Proyek ini akan membangun sistem pengolahan air limbah di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Dibiayai bersama oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia (dengan anggaran dari Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kota).

Apa itu sistem pembuangan air limbah? 

Sistem pembuangan air limbah membawa air limbah dengan aman dari masyarakat ke instalasi pengolahan untuk diproses. Jaringan saluran pembuangan terdiri dari beberapa kilometer selokan, selokan penyimpanan, stasiun pemompaan, dan instalasi pengolahan yang mengolah air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.

Mengapa sistem pembuangan air limbah perkotaan diperlukan? 

Sistem pembuangan air limbah sangat penting bagi kesehatan suatu kota. Hanya 12 kota di indonesia yang telah memiliki sistem pembuangan air limbah dan instalasi pengolahannya, ini berarti hanya sekitar 2 persen dari masyarakat perkotaan yang terlayani.

Sebagian besar rumah tangga di perkotaan di Indonesia menggunakan tangki septic yang dibangun dengan struktur yang memungkinkan air limbah meresap ke air tanah atau meluap ke saluran pembuangan atau selokan saat tangki septic penuh. Akibatnya, air tanah dan saluran air di daerah yang paling padat penduduknya sangat tercemar dengan air limbah dari rumah tangga. Di beberapa lingkungan padat yang tidak memiliki septic tank, air limbah dibuang langsung ke saluran air terbuka.

Di indonesia, sanitasi yang buruk menimbulkan biaya ekonomi dan kesehatan yang tinggi, sebagaimana disampaikan oleh Studi Bank Dunia di tahun 2007. Sanitasi dan kebersihan yang buruk menyebabkan setidaknya 120 juta kejadian penyakit dan 50.000 kematian dini setiap tahunnya, yang mengakibatkan dampak ekonomi lebih dari USD3.3 milyar pertahun. Biaya ekonomi yang terkait dengan pencemaran air akibat sanitasi yang buruk melebihi USD1.5 milyar per tahun. Sanitasi yang buruk juga menyumbang kerugian sosial sebesar USD 1.2 milyar pertahun, kerugian pariwisata USD 166 juta per tahun dan kerugian lingkungan sebesar USD96 juta dollar, karena hilangnya lahan produktif.

Penyakit diare adalah penyebab kematian kelima tertinggi di Indonesia, dimana masing-masing rumah tangga menanggung sebagian besar beban ekonomi dari penyakit ini melalui hilangnya produktivitas. Kaum miskin kota menanggung dampak terbesar dari sanitasi yang buruk. ditambah dengan kurangnya akses air bersih yang memadai Menyadari bahwa daerah perkotaan merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi, penyediaan sanitasi yang memadai menjadi semakin penting sebagai tujuan ekonomi dan kesehatan karena pertumbuhan urbanisasi di indonesia termasuk yang tertinggi di kawasan ini.

Mengapa Kota Palembang dipilih untuk menerima dukungan ini? 

Proyek ini dirancang untuk mendemonstrasikan model baru untuk menyelenggarakan pembangunan infrastruktur perkotaan dalam skala besar di indonesia: yang mendorong keterlibatan dan kepemilikan yang lebih tinggi dari Pemerintah Daerah, dan memberikan dukungan teknis yang diperlukan untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan investasi yang lebih baik.

Pemilihan kota Palembang diusulkan oleh Pemerintah indonesia yang mengidentifikasi Palembang sebagai salah satu kota prioritas untuk investasi infrastruktur karena kota ini dianggap memiliki political will dan komitmen yang kuat. Hal ini didukung oleh kinerja kota yang sangat baik dalam kemitraan di program dukungan Australia yang lain, dan reformasi tata kelola yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Palembang.

Salah satu tujuan utama Kota Palembang dalam RPJMD 2013-18 adalah terealisasinya sebuah kota internasional yang mandiri secara ekonomi dan menarik bagi investasi. Rencana tersebut juga menggaris bawahi pembangunan yang berkeadilan, setara, dan ramah lingkungan. Memperbaiki kualitas sanitasi perkotaan secara khusus diidentifikasi sebagai tujuan dalam rencana tersebut.

Sejak tahun 2012, Kota Palembang telah menunjukkan komitmen untuk memperbaiki akses terhadap air dan sanitasi untuk penduduknya. Kota Palembang menjadi peserta terbesar dalam program Hibah Air Minum dan setelah fase pertama, telah menginvestasikan kembali hibah yang diterima ke PDAM untuk memasang lebih banyak sambungan rumah. Kota Palembang memiliki PDAM dengan kinerja yang merupakan salah satu yang terbaik di indonesia. Kota Palembang juga merupakan peserta dari program Sanitasi skala kawasan (SAlIG).

Siapa yang diuntungkan? 

Setelah selesai, proyek ini diharapkan dapat memberikan sambungan air limbah bagi 12,000 properti (rumah tangga dan bisnis) yang bermanfaat bagi sekitar 100,000 orang. Selain itu, instalasi pengolahan air limbah juga akan membantu Kota Palembang untuk memberikan Layanan Lumpur Tinja Terpadu bagi sekitar 50.000 rumah tangga (sekitar 250,000 orang) yang tidak tersambung dengan jaringan perpipaan.

Water Hibah (Hibah Air Minum) 

Hibah Air Minum adalah inisiatif Pemerintah Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Australia yang bertujuan untuk menyediakan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah di daerah perkotaan dengan memberikan hibah insentif kepada pemerintah daerah saat mereka membuat sambungan layanan air yang baru.

Tahap kedua program ini sekarang telah selesai. Australia mengalokasikan AUD 80 juta (2013 2017) untuk menyediakan sambungan air minum bagi sekitar 330.000 rumah tangga melalui hibah kepada lebih dari 124 pemerintah daerah. Kolaborasi ini mendorong pemerintah daerah untuk berinvestasi lebih banyak dalam layanan air minum, membawa air minum yang aman kepada sekitar 1,5 juta orang.

Pemerintah lndonesia melaksanakan program Hibah Air Minum sebagai program nasional dengan anggarannya sendiri sejak tahun 2015 yang bertujuan untuk mencapai 100% akses terhadap air minum dan sanitasi dasar pada tahun 2019 sebagai bagian dari rencana pembangunan jangka panjangnya. ini adalah target yang ambisius, dan membutuhkan upaya dari semua pemangku kepentingan termasuk mitra

pembangunan. Selain menyediakan akses air minum bagi masyarakat miskin, program ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran indonesia dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin meningkatkan, kesetaraan jender, mengurangi angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu, memerangi penyakit yang ditularkan melalui air dan memperbaiki lingkungan.

Siapa yang diuntungkan? 

Di seluruh Indonesia, rumah tangga perkotaan yang tidak terhubung dengan air ledeng dan tidak memiliki ke sumur harus mendapatkan air dari penjual atau dari keran umum. Kualitasnya mungkin tidak dapat diandalkan, persediaan terbatas, dan proses ‘ pengambilan air sangat menyita waktu. Apalagi biaya membeli air dari penjual keliling biasanya 20-40% kali lebih tinggi dari biaya air ledeng. Begitu mereka terhubung dengan air ledeng, rumah tangga berpendapatan rendah dapat meningkatkan penggunaan air mereka dan tetap menghemat uang. Program Hibah Air Minum menunjukkan bahwa rumah tangga berpendapatan rendah membayar tagihan air mereka dan mengkonsumsi lebih banyak air daripada yang diperkirakan. Kota Palembang membangun 6.000 sambungan yang menguntungkan sekitar 27.000 orang. Kota ini mendapat hibah sebesar Rp1,7 miliar atau AUD170.000.

SIIG (Australia lndonesia Infrastructure for Municipal Sanitation) atau Hibah Sanitasi Skala Kawasan 

Hibah infrastruktur Australia indonesia untuk Sanitasi Kawasan (SAIIG) bertujuan untuk memberi insentif kepada pemerintah daerah dalam investasi infrastruktur sanitasi (sistem pembuangan limbah). Program ini bertujuan untuk membangun 46.000 sambungan air limbah dan sedang diujicobakan di 38 pemerintah daerah, termasuk di Palembang.

Bagaimana cara kerja SAIIG? 

SAIIG menggunakan pendekatan pembiayaan berbasis keluaran dimana hibah diberikan kepada pemerintah daerah setelah verifikasi independen mengkonfirmasikan bahwa pemerintah daerah telah membangun infrastruktur sanitasi dan menerapkan rencana untuk memperbaiki cara sistem ini dikelola dan dioperasikan untuk menyediakan layanan sanitasi.

Program SAIIG didasarkan pada sebuah prinsip sederhana: hibah untuk menutupi hingga 40% biaya konstruksi diberikan untuk setiap sambungan baru setelah sambungan rumah tangga diverifikasi.

Siapa yang diuntungkan? 

Australia membantu Pemerintah lndonesia untuk mencapai 100% akses terhadap sanitasi yang lebih baik dengan menyediakan sambungan air limbah di daerah perkotaan melalui hibah insentif kepada pemerintah daerah.

Dana Hibah untuk Program Sanitasi Kawasan juga mendorong pemerintah daerah untuk iebih bertanggungjawab menjalankan fungsi dasar berdasarkan undang-undang. Pemerintah daerah sering enggan di masa lalu untuk berinvestasi dalam layanan infrastruktur air limbah. Namun, ini mulai berubah. Program SAIIG memberi insentif kepada mereka untuk mengembangkan infrastruktur dan institusi manajemen yang dibutuhkan untuk mengeiola dan mengembangkan perbaikan layanan.

informasi tentang program SAIIG sekarang tersedia di situs Flickr Mbay/www itickr.com/photos/kedubesaustralia/albums/72157675466055191

Di Sumatera Selatan, Palembang dan dua kabupaten lainnya berpartisipasi dalam progam SAIIG. Kota Palembang menargetkan untuk menghubungkan 2.000 rumah tangga pada akhir tahun 2019, yang akan bermanfaat bagi sekitar 10.000 orang.

Sumber: Australia-Supported Water & Sanitation Programs in Palembang dan diolah dari berbagai sumber