Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dua petenis Indonesia sukses menyabet dua medali sekaligus yaitu medali perak dan perunggu di nomor tunggal putera Asian Games 2018 Palembang Rabu,(29/8).

Alexander Elbert Sei yang kalah di tangah Jim Wong Kim, petenis asal Korea, harus puas berada di urutan kedua dengan perolehan medali perak. Sedangkan Prima Simpatiaji, memperoleh medali perunggu.

Sebelum masuk ke babak final, Alexander Elbert Sei harus berhadapan dengan seniornya, Prima Simpatiaji, untuk memperebutkan tiket menuju final. Elbert mampu mengalahkan Prima dengan skor akhir 4-1.

Saat melenggang ke babak final melawan petenis Korea, Elbert tidak berkutik dengan strategi permainan lawan yang sangat baik. Laga final pun ditutup dengan skor akhir 4-2 dan kemenangan untuk Korea Utara.

“Saya inginnya medali emas, tapi tidak dapat. Itu sudah kemauan Tuhan. Mungkin dari tes even, lawan sudah tahu permainan saya, jadi dia banyak variasinya,”ujar Alexander

Atlit berusia 30 tahun ini sangat kecewa karena harus terhenti di peringkat kedua. Karena di awal laga, Elbert cukup memimpin dengan skor 15-40. Namun, di tengah pertandingan, Korea langsung menambah poin dan memimpin skor hingga laga usai.

Memasuki set kedua, Elbert cukup kewalahan menghadapi lawan. Karena kaki sedikit cidera, sehingga agak kesulitan untuk bergerak lincah dan mengejar pukulan bola lawan.

“Otot di kaki sebelah kanan agak ketarik, itu terasa di set kedua permainan. Tapi ini sudah terjadi, saya juga berterima kasih kepada Prima Simpatiaji yang mengenalkan saya ke cabor ini,”ujarnya

Menurut Prima Simpatiaji, permainan Elbert sudah maksimal, strategi yang digunakan lawan juga luar biasa.

“Medali perak juga harus disyukuri, saya juga bersyukur dapat Perunggu. Walau tadi kalah melawan Elbert,” ungkapnya.

Meskipun durasi pertandingan soft tennis lebih cepat dibandingkan tennis. Namun saat laga final Indonesia melawan Korea, durasinya juga cukup panjang karena saling menyerang.

Bahkan, lanjut atlet 36 Tahun ini, saat partai Elbert melawan petenis Korea, relay-nya sangat lama dan beda dari pertandingan soft tennis biasanya.

“Kita akan coba di nomor beregu, harus bisa lebih baik lagi. Persaingan masih sama, antara Korea dan Jepang. Semoga dewi fortuna berpihak ke kita,”pungkasnya.