Detak-Palembang.com PALEMBANG – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang berhasil meringkus dua oknum sopir angkot jurusan Ampera-Sekip yang meniduri S (17) pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kota Palembang, beberapa waktu lalu.

Mereka adalah dua kakak beradik yakni M Sobri alias Heri (21) beserta adiknya Ariyadi Putra alias Fajri (18). Keduanya diringkus di kediamannya yang berada di Jalan May Salim Batubara, Lorong Idaman, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Selain dua kakak beradik itu, polisi juga menangkap Dedi Setiawan (26) warga kawasan Sekip Bendung, Kecamatan Kemuning, Palembang yang ikut serta meniduri S. Ia diringkus aparat kepolisian saat berada di kediamannya.

Berada di ruang piket Satreskrim Polresta Palembang. Tersangka Heri mengakui perbuatannya. Ia mengatakan berawal korban menaiki angkot yang dikemudikannya dari depan Masjid Agung Palembang, Jum’at (10/11) siang, hingga ke kawasan Sekip.

“Dia naik angkot, saya ajak kenalan dan dia (korban) mau. Besok harinya dia menunggu saya lagi, setelah itu kami akrab dan menjalin hubungan asmara. Tidak saya paksa Pak. Kami melakukannya atas dara sama-sama suka,” ujar Heri saat ditanyai awak media.

Ia menyebutkan, sempat meminjam ponsel korban untuk digadaikannya. “Ponselnya dijual di Cinde, seharga Rp250 ribu. Uangnya untuk beli bensin, makan dan menutupi uang setoran Kami melakukan di dalam angkot di Jalan Rusia Pak,” tambah Heri.

Di sisi lain, tersangka Fajri juga mengakui perbuatannya. Ia menyebutkan, dirinya berkenalan dengan korban dan diajak ke lokasi kejadian. “Waktu saya narik angkot kakak saya dia naik Pak. Saya ajak kenalan dan tidur dia mau,” ujarnya.

Sementara Dedi mengatakan ia hanya membantu korban saat takut pulang dikarenakan ponselnya sudah dijual Heri. “Saya hanya sekali menyetubuhi dia. Saya bantu dia, karena takut pulang. Jadi saya ajak tidur di rumah kakak perempuan saya,” cetusnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara membenarkan pihaknya sudah menangkap ketiga pelaku pemerkosa pelajar SMA. Modus yang digunakan para tersangka dengan mengajak korban berkenalan lalu dibujuk agar mau melakukan hubungan badan.

“Ketiga sudah kita amankan dan masih dalam proses pemeriksaan. Untuk ketiga tersangka akan dikenakan UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun,” singkat Yon.