Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sriwijaya FC berhasil menekuk Persib Bandung 3-1 pada pekan kedua Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang,  Minggu (31/4).

Hasil ini mengantarkan SFC diperingkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan empat poin dari dua laga.Sementara Persib berada diperingkat ke-15.

Gol SFC dicetak Esteban Vizcarra menit ke-47,  Marcho Maraudje menit ke-49 dan Manuchekhr Dzhalilov 66.  Sementara satu gol Persib Bandung Ezechiel Ndouasel menit ke-28.

Pelatih Kepala SFC Rahmad Darmawan, Minggu (1/4) memberikan apresiasi atas motivasi pemain sepanjang pertandinga.  Di laga ini,  di babak pertama permainan SFC tidak begitu berjalan sesuai harapan.   “Babak pertama kita tidak bermain lepas seperti biasanya,” kata RD.

Anak asuhnya juga kerap melakukan kesalahan sendiri sehingga permainan Persib bisa berkembang.  RD mencatat ada lima kesalahan yang nyaris berdampak patal bagi gawang Laskar Wong Kito.

“Ada peluang buat Persib dan servis membahayakan.  Awalnya dari kesalahan sendiri, ” ujarnya.

Tak hanya soal itu,  perubahan taktik yang dilakukan Maung Bandung juga ikut berpengaruh tidak berkembangnya permainan Hamka cs.Biasanya Supardi dan kawan-kawan,  bermain dengan pola 4-2-3-1.Tapi kali ini, Maung Bandung bermain dengan formasi 4-4-2. Persib mengandalkan dua striker Ezechiel Ndouasel dan Jonatan Bauman.

“Saya minta Zulfiandi membantu pertahanan dan ikut mengawal dua striker Persib, ” ujarnya.

Tertinggal babak pertama satu gol,  RD mengungkapkan jika ia coba berikan motivasi.  Tak banyak yang dilakukan,  dia hanya meminta pressing lebih ketat lagi dari babak pertama.

“Saya juga minta pemain lebih lepas lagi.  Jangan tegang,  tapi bermainlah seperti biasanya, ” ucapnya.

Hasilnya,  babak kedua pemain pressing jauh lebih ketat.  Itu membuat Persib kesulitan memasok umpan buat Ezechiel ataupun Bauman. Sentuhan pemain pun jauh lebih baik. Pemain jauh lebih enjoy dari sebelumnya.

“Terima kasih buat pemain telah bermain dengan motivasi yang tinggi. Saya pun apresiasi Persib yang berikan perlawanan sengit, ” ujarnya.

Sementara itu Asisten Pelatih Persib Bandung Fernando Solere mengaku kaget dengan hasil ini.  Anak asuhnya sempat unggul satu gol,  tapi butuh lima menit bagi SFC untuk membalikkan keadaan.

“Saya juga tidak tahu kenapa,  butuh lima menit bagi SFC cetak dua gol, “ucapnya.

Anak asuhny hilang konsentrasi atau memang kalah mental.  Itu yang akan ia cari tahu.  Dua gol dalam lima menit itu menjadi koreksi bagi tim.

” Saya akan bicara dengan pelatih kepala dan pemain,  kenapa ini terjadi.  Sebab konsentrasi hilang atau mental seperti saya bilang tadi, ” katanya.

Ini bukan yang pertama,  Fernando melihat jika di laga perdana PS Tira,  Supardi cs juga menemukan situasi yang sama. Kala itu, pada menit akhir PS Tira mencetak gol penyeimbang kedudukan menjadi 1-1.

Saat itu,  masalah anak asuhnya hilangn konsentrasi.  Di laga ini,  akan coba dipelajari masalah yang sama atau berbeda.

(ZYD)

Aq