Detak-Palembang.com BANDA ACEH – Usai melaksanakan upacara Hari Juang Kartika 2017, Teater Merah Putih Rindam Iskandar Muda, menampilkan Drama Kolosal Sultan Iskandar Muda di lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat pagi (15/12).

Drama Kolosal Sultan Iskandar Muda tersebut ditampilkan langsung oleh 583 orang dari Prajurit Rindam IM dan Persit Kck Cabang IX  Rindam PD  Iskandar Muda, Kowad Kodam IM, Mahasiswa UIN AR-RANIRI dan Universitas Syiah Kuala.

Sementara untuk Teater Merah Putih Rindam Iskandar Muda dengan  pimpinan Komandan Rindam Iskandar Muda, Kolonel Inf Niko Fahrizal dan dibawah asuhan Ny. Niko Fahrizal dengan Inspirator dan Kordinator Komandan Depo Pendidikan Bela Negara Letkol Inf Slamet Riyanto. Saat drama Kolosal itu berlangsung, masyarakat terlihat sanagat antusias menyaksikan drama Kolosal Sultan Iskandar Muda tersebut. Apalagi, dalam drama tersebut menampilkan gajah-gajah yang pintar dari konservasi sumber daya alam Aceh, dengan Koreografi, Bang Kaka Jafana, Sangga Buana Aceh. Gajah-gajah itu nota bene adalah maskot dari Kodam IM dan dikenal memiliki ikatan historis dengan figur Sultan Iskandar Muda yang memang pernah memiliki hewan mamalia raksasa berbelalai itu sebagai salah satu kendaraannya di era pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Kolonel Inf Niko Fahrizal  menjelaskan, bahwa drama tersebut menceritakan, era kesultanan Aceh, masa kejayaan Sultan Iskandar Muda yaitu “Sri Sultan Perkasa Alam” pada tahun 1067 hingga 1636 masehi. Dimana, masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda, merupakan masa paling gemilang bagi Kesultanan Aceh, walaupun di sisi lain kontrol pemerintahan yang  ketat yang dilakukan oleh Iskandar Muda, dengan para orang kaya yang suka bersekongkol jahat terhadap kesultanan Aceh, yang menyebabkan banyak pemberontakan- pemberontakan  di saat itu,  setelah mangkatnya Sultan Muda Ali.

“Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinan sultan Iskandar Muda, daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi Internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam. Namanya kini diabadikan di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh,” jelas Kolonel Inf. Niko Fahrizal

Drama Kolosal tersebut turut disaksikan oleh Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Moch. Fachrudin, Brigjen TNI Oerip Soekotyo, Wagub Prov Aceh, Wakapolda, Kabinda, para pejabat utama Kodam Iskandar Muda, Rektor UIN, Setda Banda Aceh, Ketua FKPPI Aceh Dr Alpian, Wakil Ketua I DPRA, Kajati Prov Aceh, Purek III Unsiyah, Tokoh masyarakat dan Agama, Danlanal, Danlanud, Kapolresta Banda Aceh dan Ketua LVRI Aceh, dan pejabat kodam yang lainya.