DetakPalembang.com PALEMBANG - Elvita Agustina (38) warga Jalan A Yani, Lorong Nigata, RT 32, RW 1, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, melaporkan penipuan yang dialaminya ke Polresta Palembang, Rabu (20/01).

DetakPalembang.com PALEMBANG – Elvita Agustina (38) warga Jalan A Yani, Lorong Nigata, RT 32, RW 1, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, melaporkan penipuan yang dialaminya ke Polresta Palembang, Rabu (20/01).

DetakPalembang.com PALEMBANG – Elvita Agustina (38) warga Jalan A Yani, Lorong Nigata, RT 32, RW 1, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, melaporkan penipuan yang dialaminya ke Polresta Palembang, Rabu (20/01).

 

Kejadiannya berlangsung pukul 09.30 WIB dikawasan Kambang Iwak. Elvita ketika itu hendak pulang menuju rumahnya usai mengurus surat pindah di Dinas Kependudukan dan catatan Sipil, Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

 

Saat Elvita naik angkot, ia bertemu dengan pelaku, hingga akhirnya dia dibujuk rayu untuk membeli emas yang kemudian ternyata palsu yang dibawa pelaku.

“Dia ngakunya habis membunuh ayah tirinya yang telah memperkosa adiknya. Oleh ibu tirinya tersangka tadi dibekali emas untuk melarikan diri. Emas itu mau ditukar sama uang saya karena dia hendak kabur ke Lampung,” ujar Elvita saat membuat laporan di Polresta Palembang.

 

Elvita melanjutkan, ia sempat menolak dengan tawaran tersebut. Namun, akhirnya ibu rumah tangga ini terkena bujuk rayu kata-kata tersangka, usai punggungnya ditepuk pelaku.

“Tersangka meminta saya untuk membeli emas seberat tiga “suku” dengan seharga Rp5 juta. Karena saya hanya membawa uang Rp500 ribu, tersangka meminta cincin emas yang saya kenakan untuk penukarnya. Saya sempat menolak, tetapi akhirnya saya tukar juga. Cincin itu adalah cincin kawin saya, beratnya hanya setengah “suku”. Emas tersangka itu ada 6 suku yang tiga sukunya dibeli oleh seorang bapak seharga Rp5 juta. Kemudian saya kepasar 16 ilir untuk mengecek emas tersebut yang ternyata palsu,” ujarnya.

 

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede membenarkan laporan tersebut sedang ditindak lanjuti.