Detak-Palembang.com PALEMBANG – Aksi dua jambret ini terhenti, setelah keduanya babak belur dihajar massa, saat melakukan aksi jambret dikawasan Jalan KH Balqi Lorong Banten III, Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II. Beruntung, saat kejadian petugas Polsek SU II melintas dapat mengamankan pelaku dan langsung membawanya ke rumah sakit Muhammadiyah, Senin (27/3) siang.

Saat petugas datang, kedua pelaku dalam keadaan pingsan dengan luka cukup parah akibat hantaman pukulan warga yang sudah kesal dengan ulah pelaku yang sering beraksi dikawasan tersebut.

Keduanya yakni, Andra (17) dan Renal (17), yang merupakan warga Jalan Kopral Paiman Lorong Budiman RT 08 Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju.

Adapun kejadian tersebut berawal saat korban, Frisca Devi Aranti (33), mahasiswi Universitas Muhamadiyah ini hendak pergi ke Pokso PKL nya, yang tertelak di Lorong Banten II  Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II.

Korban yang menuju posko dengan berjalan kaki, didatangi dua pelaku mengunakaan sepeda motor Honda Beat BG 4069 AAE, yang langsung merampas HP miliknya.

“Jambret, Jambret, Jambret,” teriak korban yang langsung mendapat perhatian warga hingga beramai-ramai menghadang pelaku dan berhasil mengamankannya. Remaja tanggung ini tak dapat berbuat apa-apa ketika warga bergantian ingin mencicipi muka maupun tubuhnya dengan pukulan.

“Waktu dia merampas HP saya, spontan saja pak saya berteriak. Saya sangat berterima kasih dengan warga yang langsung membantu saya menangkap pelaku,” ungkap Frisca, warga Jalan Ahmad Yani Lorong Bahagia RT 02 Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan SU I ini.

Sementara, Kapolsek SU I, Palembang. Kompol Okto Iwan didampingi Kanit Reskrim Ipda Novel, ketika dikonfirmasi, Selasa (28/3) pagi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Keduanya masih menjalani perawatan di rumah sakit, jadi belum dapat kita minta keterangan,” terang Okto.

Sambung Kapolsek, selain pelaku, anggotanya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit motor Beat bernopol BG 4069 AAE, yang digunakan pelaku menjalankan aksinya. “Tersangka akan dijerat dengan pasal 365 KHUP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” tegas Okto.