Detak-Palembang.com PALEMBANG – Mudik pada hari raya Idhul Fitri merupakan kegiatan rutin di sebagian besar masyarakat Indonesia. Agar pelaksanaan mudik lebaran menjadi lancar maka Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan (Dishub Prov Sumsel) telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait.

Nelson Firdaus Kadishub Sumsel mengatakan, telah mengadakan rakor dengan pihak terkait diantaranya Dishub kabupaten/kota, PT Angkasa Pura II, KSOP. Hasilnya semua pihak sudah sangat siap seandainya ada peningkatan, semua pihak sudah siap mengantisipasi.

“Misalnya di Angkasa Pura II seandainya ada lonjakan penumpang akan ada extra fligh, keret api akan menambah gerbong, dipenyeberangan Pelabuhan Tanjung Api-Api akan menambah perpanjangan waktu operasi dan meminta perusahaan kapal untuk tidak docking kapalnya,” jelas Nelson usai rakor di Kantor Gubernur, Kamis (31/05)

Nelson melanjutkan, untuk jalur darat, ada beberapa titik kemacetan. Titik tersebut berada di Lintas Timur mulai Pematang, Simpang Kayu Agung dan Indralaya. Kemudian di Palembang,Pasir Putih, Betung sampai ke perbatasan Jambi.

“Juga lintas tengah Muara Enim, Prabumulih dan Lahat. Kemacetan itu sudah kita prediksikan.Pasar tumpah membuat rawan kemacetan sehingga, kita sudah siapkan antisipasinya dengan menempatkan petugas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dishub telah menyiapkan 80 posko mudik se-Sumsel untuk mengatur kelancaran lalu-lintas. Pihaknya juga membangun 12 Rest Area untuk pemudik

“Test Area, kami buat di Jembatan Timbang dan Terminal Tipe B. Untuk puncak arus mudik tidak sama seperti tahun lalu. Karena libur panjang, harapan kita ada penguraian mudik. Dengan libur panjang pemudik akan mudik lebih cepat dan akan mengurai kemacetan, berbeda kalau liburnya tidak panjang maka puncak mudik pada H-2 lebaran,” tutupnya.