Detak-Palembang.com PALEMBANG – Panggilan untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 menjadi anugerah bagi kiper Sriwijaya FC Teja Paku Alam. Ia dipanggil untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Jakarta, 30 Mei hingga 4 Juni mendatang.

“Ga nyangka bisa dipanggil lagi. Tapi nanti fokus tim ke Perserui, setelah itu kita baru berangkat ke Timnas. Mudah-mudahan bisa menjawab kepercayaan pelatih dan mengharumkan Indonesia,” ujarnya saat diwawancarai Jumat (25/5/2018).

Memang, ia tidak dipanggil sendiri. Rekannya satu tim di Sriwijaya FC yakni Zulfiandi dan Albeto Goncalves juga turut serta dipanggil bersama kiper berdarah Minang tersebut. Beruntung, ia masih bisa berlaga memperkuat Sriwijaya FC dalam laga tandang kontra Perseru Serui Minggu (27/5/2018) mendatang.

Apesnya, ia bakal absen saat tim menjamu Persela Lamongan Sabtu (2/6/2018) mendatang. Namun, pemilik nomor punggung 12 itu berjanji akan fokus saat menimba ilmu di skuat Merah Putih, agar bisa memberikan penampilannya yang terbaik.

“Ini pertama gabung ke U-23, jadi sekarang fokus untuk latihan dulu di sana. Dan ketika di sana nanti ya terserah,” terangnya.

Disinggung apakah dirinya mengincar skuat inti, ia mengaku belum memikirkan sampai ke situ. Baginya, dipanggil kembali merupakan berkah tersendiri sejak terakhir ia dipanggil 2016 lalu.

“Belum dipikirkan (mau masuk inti atau tidak). Yang penting latihan dulu di Timnas,” jelasnya.

Teja Paku Alam merupakan kiper Sriwijaya FC sejak musim 2012. Jebolan Deportivo Indonesia itu direkrut untuk bergabung di Sriwijaya FC untuk skuad U-21, dan kiper ke-3 Sriwijaya FC Senior di musim 2013.

Kepindahan Dian Agus Prasetyo ke Pusamanio Borneo FC tahun 2016, membawa berkah bagi kiper kelahiran 1994 itu. Pelatih Sriwijaya FC saat itu, Widodo C. Putro memberikan kepercayaan penuh pada Teja hingga ia menjadi sosok penjaga gawang yang lumayan ditakuti untuk usianya saat ini.

Bahkan, di musim itu juga ia dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam ajang AFF Cup 2016. Meskipun ia hanya menjadi kiper pelapis ketiga, ia benar-benar menyerap ilmu yang ia dapat di Timnas tersebut, hingga sempat meraih predikat kiper ketiga terbaik yang melakukan 72 kali penyelamatan sepanjang 26 pekan Indonesian Soccer Championship 2016 lalu.