Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Pidum, Iptu Azwan

Detak-Palembang.com PALEMBANG Gunawati Pandarmi alias Gunawati Kokoh Thamrin warga Jalan Bangau Kelurahan Duku Kecamatan IT II, Palembang, mangkir dari panggilan penyidik kepolisian Pidana Khusus (Pidsus) Polresta Palembang. Pemanggilan ini terkait tindak pidana penggunaan bangunan dan gendung tidak memenuhi ketentuan dalam undang-undang, Jumat (26/12).

Berdasarkan surat panggilan terhadap bersangkutan, pada Gunawati Kokoh Thamrin seharusnya datang Jumat (29/12), sekitar pukul 09.00, untuk di minta keterangan sebagai tersangka, dalam perkara tindak pidana penggunaan bangunan gedung yang tidak memenuhi ketentuan dalam undang-undang ini, jika karenanya mengakibatkan kerugian harta benda orang lain.

Pemanggilan ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 (1), undang-undang No 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung yang terjadi di Jalan Letkol Iskandar, Palembang pembangunan hotel ibis Palembang, sejak, Selasa 31, Maret, 2015, yang diduga dilakukan PT Indo Citra Mulia sehingga mengakibatkan kerugian pada orang lain yaitu terjadinya tanah longsor dan dinding retak pada lahan PT Sebangun Bumi Andalas.

PT Indo Citra Mulia merupakan pihak yang melaksanakan pembangunan gedung 11 lantai diperuntukan Hotel Ibis yang bersebelahan dengan PT Sebangun Bumi Andalas (SBA).

Kasat Reskrim Kepolisian Resort kota Palembang membenarkan adanya pemanggilan terhadap tersangka dan tersanga mangkir tidak memenuhi panggilan kepolisian. Tersangka sendiri tidak memberikan alasan atau konfirmasi mengenai ketidak hadirannya.  

” Benar hari kita sudah lakukan pemanggilan pertama, namun yang 
bersangkutan belum datang (mangkir-red), tidak datang. Pemanggilan ini guna kepentingan penyidikan,” ujar Kasat Reskrim, Yon Edi Winara didampingi Kanit Pidum, Iptu Azwan, Jumat (29/12).

Ditambahkan Yon, kedepan pihaknya akan melakukan panggilan kembali, untuk kepentingan penyidikan.

” Saya berharap bersangkutan koperatif dipanggilan ke dua, agar kasus ini berjalan dengan baik. Petugas dapat mendalaminya,” kata Yon.

Sementara itu Gunawati Kokoh Thamrin belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi dihubungi melaiu telepon selular Gunawati tidak merespon begitu juga pesan singkat melalui WhatsApp tidak di dijawab.