Detak-Palembang.com PALEMBANG- Pemilik saham sekaligus pengelola Sriwijaya FC Mudai Madang resmi mengundurkan diri dari manajemen klub, keputusan ini diambil Mudai setelah Gubernur Sumsel Herman Deru memintanya mundur untuk kebaikan dan meredam konflik yang sudah merebak di yang ada.

“Saya minta Pak Muddai mundur, saya ingin konflik ini berhenti. Ibarat kaki terinjak paku, karatan. Dicabut sakit, dibiarkan tetanus,” kata dia, saat memghadiri acara Rembuk Bersama Gubernur Sumsel Mewujudkan masa depan Sriwijaya FC sebagai klub yang sehat dan profesional di Hotel Horison, Palembang, Senin (14/01/2019) malam.

Ditempat yang sama disampaikan oleh mantan manajer Sriwijaya FC sekaligus Sekda Sumsel Nasrun Umar, dirinya menyampaikan telah menjalin kesepakatan dengan Mudai terkait saham SFC kedepan.

“Muddai akan serahkan sahamnya ke Herman Deru bukan sebagai gubernur tapi sebagai pribadi. Nanti kepada siapa gubernur menyerahkan tongkat estafet ya setelah ini akan diputuskan,” kata Nasrun.

Lanjut Nasrun pihaknya akan mwlakukan serah terima surat pernyataan, pelimpahan aset, hingga pembentukan tim pormatur manajemen. “Tentunya kita sepakat proses ini tidak bisa selesai malam ini,” ujar Nasrun menutup acara.

Sementara itu usai menyerahkan titah pemilik sahamnya, Mudai Madang enggan berkomentar apapun mengenai mundurnya ia dari titahnya sebagai manajemen, ia memilih meninggalkan acara tersebut, ditengah ruang diskusi masih berjalan.

“No coment, silakan tanya ke yang lain,” pungkas Muddai.

Seperti diketahui Muddai Madang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia ini merupakan komisaris utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri sejak 2008.

Selama ini, ia berada dibalik layar pengelolaan Sriwijaya FC. Namun, pada pertengahan Juni 2018, SFC mengalami kesulitan finansial sehingga memaksa Muddai untuk turun langsung dalam pengelolaan manajemen. Dalam masa Juni-Desember, Muddai menalangi semua kebutuhan klub setiap bulan untuk tetap bertahan di Liga 1. Meski ia sudah mengeluarkan dana sekitar Rp1,5 miliar per bulan tetap tak mampu menyelamatkan SFC dari degradasi.

Kemudian pada awal Desember, Muddai menyatakan siap menyerahkan seluruh saham miliknya yang berjumlah 88,0 persen ke pihak berminat karena sudah tidak sanggup dan tidak berminat lagi mengelola SFC.

Kemudian Gubernur Sumsel Herman Deru merespon hal tersebut dengan mengusahakan pembelian melalui BUMD. Kemudian pada 7 Januari 2018 dilakukan konferensi pers, yang dihadiri Muddai dan Gubernur Sumsel yang menyatakan akan dilakukan urun rembuk bersama tokoh olahraga untuk mencari solusi atas persoalan SFC.