Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sebanyak 84 peserta pendidikan dasar (Diksar) Menwa Mahawijaya Sumsel, mengikuti Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Markas Batalyon Kavaleri 5/Dwi Pangga Ceta, Karang Endah Prabumulih. Pendidikan Dasar Menwa yang berlangsung selama 7 hari, mulai tanggal 24 s.d 30 November 2017 ini bertujuan untuk melatih calon peserta pendidikaan pendahuluan bela Negara Menwa Mahawijaya agar memiliki dedikasi tinggi, disiplin, dan jujur sehingga mempunyai semangat kerja yang baik dan bertanggung jawab serta memiliki karakter kepemimpinan dalam pelaksanaan tugas.

Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka dilatih dan digembleng baik mental, fisik maupun disiplin. Seluruh peserta Diksar Menwa wajib mengikuti semua jadwal dan materi yang telah diprogramkan mulai dari bangun pagi, ibadah pagi/sholat subuh, makan pagi, apel pagi, senam, materi bela Negara, dan semua materi Diksar sampai dengan istirahat malam.

Sedangkan pembina dan pelatih/pengajar dalam Diksar ini melibatkan pelatih dari Dodik Bela Negara Rindam II/Swj, Yonkav 5/DPC, anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan Menwa Senior. Bertindak sebagai Komandan Latihan Rano Karno, SHI, MH dan Lettu Kav Turahno, sebagai Wakil Komandan Latihan.

Melalui Diksar ini diharapkan akan menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan Negara, rasa nasionalisme, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kewaspadaan nasional dan ketahanan nasional serta membentuki kepemimpinan yang tangguh.

Materi yang diajarkan baik teori maupun praktek, antara lain meliputi peraturan militer dasar, teori pengetahuan navigasi darat, teori survival, bela Negara, kemenwaan, sejarah resimen mahasiswa, dasar organisasi dan staf resimen mahasiswa, etika resimen mahasiswa, penyuluhan narkoba, wawasan kebangsaan dan peraturan disiplin Resimen Mahasiswa.

Dalam pantauan seluruh peserta Diksar Menma nampak serius dan semangat dalam mengikuti seluruh materi yang diberikan oleh pelatih maupun Pembina. Semua materi yang diberikan oleh Pembina dan pelatih/pengajar terutama yang memerlukan fisik, dilakukan secara terencana dan terukur, sesuai porsi dan tidak sama seperti militer.