Detak-Palembang.com BANYUASIN – Kurang lebih empat jam hujan deras mengguyur wilayah kota Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Minggu (28/5), mengakibatkan beberapa titik ruas jalan tergenang banjir, bahkan ada yang mencampai ketinggian 1,5 meter. 

Genangan air menggenangi pemukiman penduduk sarana publik lainnya seperti jalan penghubung antar desa sehingga membuat sementara lumpuh total kegiatan lalu lintas. Bahkan ada beberapa warga yang meninggalkan kendaraan bermotor maupun mobil karena takut menerobos luapan air tersebut, sehingga menimbulkan kemacetan.

“Bagi yang sanggup bertahan mereka berteduh di tempat-tempat sekitar seperti di teras mes SLB, gedung SDN 40 Percontohan untuk berbuka puasa sekaligus menunggu air surut,” terang Umar (38) warga setempat saat di bincangi wartawan di tengah banjir, Minggu (28/5) seperti dikutip oganpost.com.

Kata dia tempat ini memang sudah sering banjir, namun belum ada upaya pemerintah untuk menanggulanginya, “Sudah sering pak banjir di sini, bagi yang nekat mereka terobos saja banjir atau naik ojek perahu yang ongkosnya Rp 10.000/ motor, itupun hanya untuk motor ukuran sedang seperti metik atau motor biasa,” terangnya.

Senada dikatakan Johan (36), menurutnya genangan air hujan yang terparah itu terutama di jalan KH. Sulaiman Kelurahan Kedondong Raye termasuk dilingkungan rumah tempat tinggalnya. “Tadi sempat ada beberapa pengemudi sepeda motor yang nekat menerobos genangan air tersebut menjadi mogok termasuk ada 4 unit mobil pribadi juga mogok,” beber dia.

“Bukan hanya itu akibat genangan air hujan yang terbilang cukup tinggi dan baru kali pertama terjadi ini membuat warga dari arah Desa Tanjung Beringin atau Pengumbuk dan desa-desa lain di luar Pangkalan Balai yang hendak berbelanja kebutuhan berbuka puasa ke pasar induk terpaksa harus memutar jalan yang lebih jauh dan harus melintas melalui jalan lingkar Gerbang Km 42,” jelasnya.

“Penyebab banjir yang mengepung permukiman warga ini diduga kuat akibat dari pengerjaan proyek normalisasi sungai yang tidak merata dan dikerjakan asal jadi itu salah satu menjadi penyebab banjir tersebut,” ungkapnya seraya menguras air yang sempat masuk kedalam rumahnya.

Rasa was-was serupa juga diungkapkan oleh Deni Arian juga warga setempat, menurutnya yang membuat diri dan keluarganya was-was, karena rumah tempat tinggalnya tepat dekat bantaran aliran sungai.

“Akibat guyuran hujan hari ini lebih dari 4 jam yang sangat deras mengakibatkan aliran sungai tak mampu menampung luapan debit air. Akibatnya luapan air sudah masuk kedalam rumah bagian belakang,” cetusnya.

Kami berharap lanjut dia, pemerintah Banyuasin dengan adanya genangan air yang menghawatirkan kehidupan masyarakat khususnya di wilayah Pangkalan Balai dan Kedondong Raye ini jika ada proyek normalisasi supaya dikerjakan dengan sungguh-sungguh,

”Cukup sekali ini saja menjadi pembelajaran kami,” ungkapnya sedih.