Detak-Palembang.com MUARADUA – Diduga karena dendam lama, Agus Tri (32) seorang PNS di Dinas Pertanian Kabupaten OKU Selatan harus meregang nyawa akibat luka-luka bekas bacokan senjata tajam ditangan tetangganya sendiri Sulaiman (29), Minggu (26/03) sekira pukul 23.00 malam.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres OKU Selatan AKBP Ahmad Pardomuan, SIK saat didampingi Wakapolres Kompol Hadi Syaefudin, Kabag Ops Kompol Hasbullah dan Kasat Reskrim AKP Ujang Abdul Aziz dalam press realesenya, Senin (27/03) siang di Satreskrim Polres OKUS.

Tempat kejadian perkara (TKP) adalah di depan toko manisan jalan raya Muaradua-Baturaja Kelurahan Pancur Pungah Kecamatan Muaradua atau tepatnya dekat dengan Bank SumselBabel Muaradua.

Dalam keterangannya Ahmad menyampaikan kronologis kejadiannya, yaitu pada Minggu malam sekira pukul 22.30 wib korban Agus sedang duduk-duduk dipinggir jalan bersama dengan saksi-saksi yaitu  Reza (21), Teguh (32), Niftah Farid (19) dan Izal (32).

“Kemudian tiba-tiba datang pelaku dengan mengendarai sepeda motor dan membawa sebilah parang tanpa sarung, kemudian langsung membacok korban berkali-kali,” tutur Ahmad lebih lanjut.

Adapun korban yang terluka berlari namun terus dikejar dan dibacok oleh pelaku sehingga korban jatuh terkapar di TKP.

Akibat dari peristiwa tersebut korban mengalami banyak luka bacok di bagian kepala sebelah kiri 2 lobang,  luka bacok di pipi sebelah kanan 1 lobang, luka bacok di pergelangan tangan sebelah kanan 1 lobang , luka bacok di siku tangan kiri sebanyak 1 lobang, luka bacok di betis kaki sebelah kiri 2 lobang, luka bacok  di kepala  sebelah kanan 2 lobang.

Karena kondisi luka tersebut, korban meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah OKU Selatan, Senin (27/03) sekira pukul 00.30 dini hari.

Kemudian pada pukul 04.00, Ahmad mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif mendatangi rumah duka dan menyampaikan himbauan kepada keluarga korban agar tidak melakukan aksi balas dendam.

Selanjutnya ia  memerintahkan kepada kasat reskrim dan Kapolsek Muaradua untuk menyelidik keberadaan tersangka dan memberikan himbauan kepada keluarga tersangka untuk menyerahkan tersangka.

Dilanjutkan denga menerjunkan Team Opsnal melaksanakan Razia di jalan Jaga Raga untuk mencari keberadaan tersangka.

Sekira jam 07.30 wib tersangka Sulaiman bin Haidir menyerahkan diri ke Mapolsek Buay Pemaca dan selanjutnya diamankan di Mapolres OKU Selatan untuk proses penyidikan lebih lanjut apakah ada tersangka lain atau motiv lainnya.

Masih di hari yang sama, siangnya Kapolres OKU Selatan bersama Wakpolres dan Kabag Ops melayat ke rumah duka dan diterima oleh perwakilan keluarga Asep Sudarno yang juga merupakan atasan korban di Dinas Pertanian Kabupaten OKU Selatan.

Selanjutnya kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau terjadi kejadian yang mengabikatkan ketersinggungan marilah kita selesaiakn dengan cara yang baik dan musyawarah,” ujarnya menghimbau.

Untuk menyampaikan hal itu kepada masyarakat, pihaknya akan memerintahkan kapolsek dan babinkamtibmas agar mensosialisasikannya.

“Saya sendiri pun akan menemui tokoh-tokoh masyarakat supaya dihimbau kepada masyarakat akan pentingnya musayawarah,” tegas kapolres yang baru beberapa hari menjabat untuk menggantikan AKBP Dra. Ni Ketut Widayana Sulandari ini.