Detak-Palembang.com PALEMBANG – Carut Marut penerimaan calon anggota  Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) Se Kecamatan Kabupaten Ogan Ilir, akhirnya mencuat. Dugaan penggunaan  uang pelicin dan unsur nepotisme dalam rekruitmen calon anggota Panwascam se Kabupaten Ogan Ilir bukan isapan jempol. 


Hal ini bukan tanpa bukti dimana sejumlah temuan masalah muncul ke permukaan setelah pengumuman ketulusan tiga Besar
Panwascam(21/10)  lalu Mulai dari rekaman percakapan antar panwascam pembicaraa uang sebesar Rp.  5 Juta beredar dan dugaan nepotisme dalam penerimaan calon anggota Panwas Kecamatan.

Diketahui dari seorang peserta seleksi yang lulus  Panwascam, berinisial AC mendapat pesan singkat dari salah satu koordinator pengumpulan uang yang nantinya akan diserahkan kepada Komisioner Panwas Kabupaten,  bernama Pemilu Dwi A. yang merupakan Panwascam Kecamatan Tanjung Raja terpilih.

“Setelah saya konfirmasi langsung melalui via telepon seluler kepada saudara Pemilu sebagai kordinir  membenarkan jika anggota Panwascam terpilih harus menyediakan uang sebesar Rp.  5 Juta, “ungkap AC yang enggan disebutkan namanya ini, Jumat(10/11)

AC mengungkapkan, jika uang sebesar Rp. 5 juta perorang tersebut dikordinir oleh  beberapa orang di beberapa wilayah,  seperti Dapil 3 dan 5 dikordinir oleh Saudara Pemilu,  untuk wilayah Indralaya dikoordinir saudara Erik yang juga panwascam terpilih. Dimana dana tersebut  Diminta oleh Komisioner Panwaslu Kabupaten OI melalui koordinator tersebut.

Kalau dari cerita saudara Pemilu, daerah yang dikordinir oleh dirinya hampir semua panwascam telah menyetorkan.

“Saya tanya apakah benar ini perintah dari Komisioner Panwas,  Pemilu menegaskan jika dirinya hanya menyampaikan amanat saja dari Komisioner, terang Pemilu kepada saya,” ujar AC.

Sementara itu Anggota Panwascam Rantau Alai Fuad,  dalam rekaman percakapan,  membenarkan perihal tersebut.  Menurut dirinya dalam rekaman tersebut Saudara pemilu memastikan jika uang tersebut amanat dari Komisioner Panwas Kabupaten Ogan Ilir.

“Kata Pemilu Silakan hubungi Komisioner jika tak percaya,  saya hanya menyampaikan amanat saja. Mendengar hal tersebut saya sudah menyetorkan uang tersebut dan melihat sudah banyak yang membayar dari melihat buku catatan saudara Pemilu,”kata Saudara FD kepada AC

Masalah nepotisme pun juga muncul, hal ini terlihat dari laporan peserta yang tidak lulus tes panwascam,  yang disampaikan langsung ke Bawaslu Sumsel,  diterima Try Efendi atas nama Bawaslu Provinsi Sumsel.

Dimana dalam laporan tersebut saudara Mal An, melaporkan hampir semua kolega, keluarga Panwas (baik komisioner dan sekretariat) lulus dalam seleksi Panwascam yang digelar beberapa waktu lalu tak terlepas dari nepotisme.

“Seperti Saudari Maryati anggota panwascam terpilih merupakan Bibik/Adik  dari saudari Komisioner Panwas Karlina,  terus saudara Sanial Habibi merupakan kakak Ipar  dari saudara Idris,  selanjutnya saudara Yusnar Panwascam Kecamatan Tanjung Batu tidak lain adalah kakak Ipar saudara Iskandar,”terang Mal An

Sementara itu Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi, ketika dikonfirmasi perihal adanya pemberian uang yang diduga dilakukan oleh Komisioner Panwas Kabupaten Ogan Ilir melalui koordinator panwascam terpilih,  menanggapi hal tersebut, Junaidi,  mengungkapkan,  jika Bawaslu sudah pernah menerima laporan tersebut.

“Jadi harus ada bukti, tidak bisa hanya cuap-cuap, ada yang melapor tapi tidak cukup bukti tidak  cukup hanya dengan rekaman, karena harus ada dua unsur alat bukti, seperti adanya saksi dan bukti. Kalau ada saksi dan bukti baru bisa diproses. Proses nya pun memakan waktu, namun jika tidak sesuai unsur bisa dilaporkan balik karena ada unsur fitnah,”Singkatnya