Detak-Palembang.com BENGKULU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lubuklinggau menggelar konferensi cabang ke X (sepuluh) di Gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kota Lubuklinggau yang telah di buka pada Senin, 20 November 2017.

Berdasarkan laporan dari ketua pelaksana, Frengky menuturkan bahwa pelaksanaan Konfercab berlangsung dari tanggal 20 sampai dengan 25 November, kegiatan diawali dengan pleno I sebagai pengantar sidang, seterusnya adalah pleno II guna menentukan program kerja, kemudian dilanjutkan dengan pleno III sebagai laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) pengurus 2016-2017, dan pada kamisnya (23/11) InshaAllah pleno IV persiapan pencalonan sudah akan dimulai, paparnya.

Menurut Frengky, dengan pleno IV Konferensi ke X HMI Cabang Lubuklinggau tersebut nama-nama kandidat atau calon-calon Ketua Umum HMI Cabang Lubuklinggau 2017-2018 mengerucut kebeberapa nama, tambahnya

Terkait dengan beberapa nama yang muncul dibursah kandidat, suatu kelompok yang mengatas namakan Laskar Hijau Hitam mendesak panitia dan pimpinan sidang agar segera memblack list salah satu calon kandidat pada Konferensi ke X HMI Cabang Lubuklinggau tersebut.

Koordinator Laskar Hijau Hitam, Adiyansah mejelaskan bahwa kandidat yang harus diblack list tersebut adalah berinisial HP yang terindikasi telah malakukan perbuatan asusila. Sebuah perbuatan yang tercela tidak bisa ditolerir dan sangat mencoreng nama baik HMI sebagai intitusi dan kita semua sebagai kader, apalagi bisa masuk sebagai calon ketua HMI Cabang Lubuklinggau, tentunya sangat merusak marwah HMI cabang Lubuklinggau, tegasnya

Selanjutnya Adiyansah menambahkan bahwa indikasi pasangan HP dalam melakukan perbuatan asusila adalah SLT yang juga disinyalir sebagai kader dari cabang provinsi tetangga (Bengkulu), dengan indikasi perbuatan asusila tersebut SLT saat ini sdh tidak masuk lagi namanya dalam kepengurusan HMI dan bahkan namanya saja sudah dicoret dari status keanggotaan HMI cabang Bengkulu. Jadi wajar pihaknya menuntut pencoretan nama HP dalam pencalonan Ketua HMI adalah suatu keharusan.

“Laskar Hijau Hitam mendorong semua pihak, dari kakanda, ayunda, alumni, kader aktif dan kawan-kawan dari Komisariat yang memiliki suara harus bersikap dengan tegas terhadap kasus HP tersebut,” papar Adi.

Maka dari itu, Laskar Hijau Hitam kembali berharap kepada seluruh keluarga besar himpunan agar dapat menolak pecalonan HP, dan semoga terlepas siapa yang terpilih dalam Konferensi ke X HMI Cabang Lubuklinggau tersebut adalah kader yang betul-betul dapat menjawab kebutuhan keluarga besar himpunan yang bisa menjaga marwah HMI dan mampu membawa serta menghantarkan HMI kepada kejayaan.