Detak-Palembang.com LUBUK LINGGAU – Lembaga Independen Pemuda Peduli Bangsa (LIPPB) Provinsi Sumatera Selatan mendatangi Mapolda Provinsi Sumatera Selatan untuk menyampaikan pengaduan terkait kasus dugaan pelanggaran pengunaan KTP palsu dalam seleksi penerimaan dan penetapan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) oleh Panwaslu Kota Lubuklinggau, Senin (27/11).

Selanjutnya Fadrianto TH, selaku Ketua Umum LIPPB meminta kepada Bawaslu Sumsel untuk memecat anggota Panwaslu Kota Lubuk Linggau karena telah teridikasi telah melakukan “konspirasi” dalam penerimaan dan penetapan panwascam.

Hal demikian tersebut terbukti dengan adanya peserta seleksi menggunakan identitas palsu pada saat perekrutan anggota Panwascam di Kota Lubuklinggau beberapa waktu lalu.

“Setelah dilakukan investigasi ada oknum anggota Panwaslu menggunakan identitas palsu,” kata Fadrianto dengan tegasnya.

Ia mengatakan bahwa, nama Wawan Musrah dengan nomor induk pendaftaran TII dengan nik pada KTP No 167301131290004 dengan alamat kecamatan Lubuk Linggau timur I, padahal alamat dalam KTP, Lubuk Linggau Timur II.

”Pasal 263 dan 264 dalam hukum pidana bahwa itu adalah suatu pelanggaran yang harus disikapi dan ditindak secara hokum,” kata dia.

Maksud pengaduan disampaikan ke Polda Sumsel, menurut pihaknya adalah untuk mengusut tuntas identitas palsu, sehingga apa yang dilakukan ini menjadi pelajaran kedepan, sehingga proses perekrutan sesuai dengan aturan yang ada dan transparan.

“Kalau perekrutan dari awal transparan maka idetentitas palsu dapat dicegah, jangan sampai ada yang dirugikan,” kata dia.