Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Pada musim penghujan seperti saat ini, maka akan berkembang biak pula nyamuk yang dapat menularkan virus dengue sebagai penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Provinsi Sumatera Selatan, Fery Yanuar mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi akan berjangkitnya penyakit DBD, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya siklus penyakit DBD akan muncul pada saat musim penghujan.

“Dinas Kesehatan Provinsi sudah mengirim surat kepada Bupati/Walikota untuk waspada terhadap berjangkitnya penyakit DBD pada bulan Oktober 2018 dan kita kirim lagi pada bulan Januari 2019. Surat kita direspon baik oleh Bupati/Walikota dengan mengadakan gotong-royong membersihkan lingkungan dari kemungkinan bersarangnya nyamuk penyebab DBD,” jelas Fery saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (06/02).

Ia juga menambahkan, di Sumsel Sejak awal Januari hingga saat ini sudah tercatat 486 kasus DBD, empat orang diantaranya meninggal dunia. Untuk tertinggi kasus DBD adalah Kota Palembang dengan 101 kasus disusul OKU Timur 63 kasus, Banyuasin dan Musi Banyuasin dengan 45 kasus, Muara Enim dengan 38 kasus.

“Kabupaten Ogan Ilir 33 kasus, Prabumulih dan Musi Rawas terdapat 29 kasus, PALI ada 21 kasus, OKI ada 20 kasus, Pagaralam ada 19 kasus, Lubuk Linggau ada 15 kasus, Lahat ada 9 kasus, Empat Lawang ada 7 kasus, OKU Selatan ada 6 kasus, Muratara ada 5 kasus dan OKU ada 1 kasus,” urainya.

Ia melanjutkan, untuk 4 kasus DBD yang meninggal dunia berasal dari Kabupaten Musi  Banyuasin 1 orang, OKi 1 orang, OKU Selatan 1 orang dan Lubuk Linggau 1 orang. Dinas Provinsi Sumsel sudah memberikan bantuan kepada seluruh kabupaten/kota berupa insektisida sebanyak 1100 liter, Larvasida sebanyak 700 kilogram.

“Di  provinsi Sumsel, kami sifatnya hanya bantuan dan koordinasi, untuk pelaksanaan d8 lapangan itu menjadi tugas dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota masing-masing. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk lebih sering untuk bersih-bersih di rumah dan lingkungan sehingga nyamuk tidak berkembang biak,” tutupnya.