Despi Lianti Istri Romi Jauhari memperlihatkan foto kejanggalan

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Betapa hancur hati Despi Lianti istri almarhum Romi Jauhari saat mendapati suaminya sudah terbujur kaki dengan luka robek di kaki dan luka lebam di wajah dan tubuh. Padahal saat dijemput  polisi kondisi suami Despi dalam keadaan sehat walafiat meski dengan tangan diborgol.

Hal ini disampaikan Despi Lianti saat di jumpai di Kedai Kopi 7 veteran Palembang usai mempertanyakan perkembangan laporannya di Propam Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel).

Atas peristiwa ini Istri dan keluarga almarhun Romi Jauhari, telah membuat laporan ke Propam Polda Sumsel terkait atas kematian suaminya. Tidak hanya itu, Despi Lianti (istri Romi Jauhari) juga telah mengirimkan surat kepada Pimpinan Komnas HAM RI, Presiden RI, Kapolri, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Kompolnas, Kapolda Sumsel dam Kementrian Hukum dan HAM wilayah Sumsel.

Disampaikan Despi Lianti pada tanggal 12 Mei, dirinya mendapat kabar meninggal suaminya sekitar pukul 10 malam oleh Kakak perempuan Romi Jauhari. Tetapi Melly Astuti (Kakak Perempuan Romi Jauhari), tidak mengetahui keberadaan adiknya dan terus mencarinya.

“Selang setengah jam, Saya ditelpon kembali oleh Melly yang menegaskan Romi Jauhari benar telah meninggal dan jenazah berada di Rumah Sakit Sobirin Lubuk Linggau,”ucap Despi saat dibincangi awak media Jum’at (22/06)

Pihak keluarga lanjutnya menemukan beberapa kejanggalan terkait meninggalnya almarhun, dan hal ini juga didasarkan keterangan dr. Nina yang merupakan dokter memeriksa Romi Jauhari di Rumah sakit Sobirin bahwa kondisi Romi Jauhari dalam keadaan lemah dan masih bisa diajak komunikasi.

“Kami heran kenapa pihak Polisi menolak ketika pihak rumah sakit menyarankan kepada Kepolisian Lubuk Linggau untuk memberikan tindakan Tindakan Medis, Injeksi dan rawat inap kepada Romi Jauhari,” ujarnya.

Sesuai dengan keterangan medis  ditambahkannya, terdapat luka robek di lutut kanan depan belakang, lengan kanan dan kiri, disertai kebiruan dan kemerahaan di pipi kanan – kiri.

“Kami mohon, kepada semua lembaga hukum untuk mengungkap meninggalnya suami saya. Bila memang suami saya bersalah harus dibuktikan dahulu, dan kenapa dilarang pihak medis yang ingin memberi pertolongan,”ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kakak perempuan almarhum Romi jauhri yang mengungkapkan beberapa kejanggalan.

“Malam takziah, Kasat Wahyu dan anggota Polres Lubuk linggau datang dan menyerahkan map kuning. Kami kiria maap tersebut berisi kronologi kejadia ternyata uang 3 juta dengan menyatakana permintaan maaf,”jelasnya.

Selaku kuasa hukum pihak keluarga Togie & Partner akan telah melapor tindakan kekerasan oleh oknum Polisi ke Propram dengan nomor : SLTP/64/YAN.2.5/V/2018/YANDUAN.

“Dugaan kita oknum polisi telah melanggar pasal 351 ayat 3 KHUP, Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP, pasal 338 KUHP dan pasal 390 KHUP dengan ancaman penjaran 20 tahun,”tuturnya.

Kuasa hukum keluarga Jauhari menyatakan masyarakat melihat Jauhari dibawa polisi dalam kondisi tangan diborgol.

“Tidak mungkin kondisi tangan diborgol bisa melakukan perlawanan terhadap siapapun. Banyak saksi yang melihat bahkan ada yang menyerahkan foto kepada kami,” jelas Togi.

Sementara itu, Ajun Komisaris Polisi Wahyu Maduransyah Putra, ST, SIK selaku penyidik menerangkan bahwa, Romi Jauhari terlibat kasus curanmor.

“Dia pelaku curas, dan orang satunya telah masuk LP. Kejadian tersebut sudah lama,”singkatnya.