Detak-Palembang.com JAKARTA – Presiden Ri Joko Widodo pernah menyentil pihak panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) karena promosi dan gembyar Asian Games saat itu dianggap kurang. Namun, Ketua pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir, mengatakan masyarakat Indonesia saat ini sudah demam Asian Games. Mereka melakukan promosi jor-joran setelah usai Piala Dunia berakhir. 

Kini, 17 hari menjelang Asian Games, Erick percaya diri menyebut masyarakat Indonesia sudah demam Asian Games. Apalagi, dengan kirab obor yang melewati lebih dari 50 kota dan kabupaten di Indonesia.

“Dinamikanya berbeda karena di tahun 2018 ini ada pilkada dan Piala Dunia padahal konsep panitia harus efisiensi tapi hasil maksimal. Di awal, kami siapkan promosi 30 persen. Kini, setelah Piala Dunia, kami istilahnya, jor-joroan. Efek bagus,” kata Erick dalam Mata Najwa di Trans 7.

“Terimakasih kepada presiden yang memiliki visi lebih bagus. Selama ini, event olahraga ada di kota, tapi beliau ingin semua rakyat merasakan. Setelah ada arahan dari beliau, semua kementerian membantu, di Papua, di Aceh, dan di mana-mana,” ujar dia.

“Setelah Piala Dunia ada torch relay. Kalau saya yakin itu sudah demam Asian Games. Saya sampai terharu bagaimana panitia dan rakyat turun ke jalan. Bagaimana tim opening ceremony dan closing ceremony bersama Wishnutama berlatih sampai jam 10 malam,” dia menambahkan.

“Demam sudah menjalar. Di kampung dan desa sudah melakukan aktivitas Asian Games. Ini sejarah besar bagi Indonesia, kami mendukung men-support Asian Games,” dia Menpora Imam Nahrawi menimpali.