Detak-Palembang.com PALEMBANG – Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Musirawas sekaligus mensosialisasikan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bertempat di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musirawas, Senin (4/12).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Musirawas Hj. Suwarti, Dandim 0406/Mura Letkol Kav Dodi Syamsurizal, S.H., Kepala Balai PPIKHL Wilayah Sumatera Selatan Ir. Deni Martin, M.Si., para Kadis di lingkungan Pemkab Musirawas, perwakilan dari BPBD Kab. Musirawas, para SKPD Kab. Musirawas, para Danramil dan Perwira jajaran Kodim 0406/Mura serta perwakilan dari Perusahaan yang ada di wilayah Kab. Musirawas.

Dalam sambutannya Danrem 044/Gapo  Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. menyatakan, bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi skala prioritas, dan diperlukan sinergisitas antar instansi dengan fokus membuat program terintegrasi menangani daerah yang berpotensi karhutla akibat pembukaan lahan karena polemik antara masyarakat dan kalangan swasta. Untuk itu kita fokus terhadap daerah yang benar-benar perlu dilakukan penanganan. “Selama ini sosialisasi selalu dilakukan, namun terjadi peningkatan sinergisitas program penanganan Karhutla terhadap daerah yang betul dibutuhkan pembukaan lahan. Karena selama ini daerah itu terjadi polemik antara milik masyarakat atau swasta,” tegas Danrem 044/Gapo.

Lebih lanjut Danrem menjelaskan, permasalahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Prov. Sumsel sudah menjadi perhatian tersendiri, mengingat wilayah ini banyak terdapat lahan gambut, Pihak Korem 044/Gapo terus melakukan kordinasi dengan Balai Penanggulangan Bencana Prov. Sumsel guna pencegahan dan penangananya. Korem 044/Gapo telah melakukan riset dan uji coba tentang penanganan kebakaran hutan dan lahan, bahkan telah menemukan racun api yang sangat efektif dalam menangani kebakaran yaitu yang diberi nama Nusantara Gapo 44 berupa busa pemadam api hasil temuan langsung oleh Korem 044/Gapo.

“Nusantara Gapo 44 merupakan teknologi terkini pemadaman api yang terbaru yang ramah lingkungan serta memiliki efisiensi tercepat dalam pemadaman api yang sedang menyala yang mempunyai kelebihan tidak membutuhkan air yang banyak pada saat memadamkan api dan hanya memerlukan tempat (wadah) yang ringkas, “terangnya”

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Prov. Sumsel Bapak Ir. Deni Martin M.Si. mengungkapkan, bahwa di wilayah Kab. Musirawas masuk dalam daftar rawan bencana kebakaran hutan dan lahan pada tingkat atas, karena masih banyak terdapat hutan masyarakat yang didalam penangananya masih menggunakan cara tradisional, hal tersebut sangat berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kita harus gencar mensosialisasikan kepada masyarakat yang membuka lahan harus dilakukan secara kontinue agar masyarakat dapat mengerti cara yang baik dan benar, sehingga kebakaran yang terjadi di wilayah Musirawas dapat diminimalisir bahkan dapat di hentikan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Musirawas Hj Suwarti menegaskan, penanganan Karhutla menjadi perhatian semua instansi Pemerintah dengan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan saat membuka lahan pertanian. Seperti sekarang Danrem 044/Gapo, Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo senantiasa turun ke lapangan memberikan pemahaman dan solusi kepada masyarakat terkait zat Bios 44. Tidak hanya untuk penanganan Karhutla saja, tapi juga untuk pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. “Kita sambut baik langkah Korem 044/Gapo yang terus berkesinambungan memberikan bantuan di masyarakat Kabupaten Musirawas, khususnya solusi dan penanganan Karhutla saat ini,” pungkasnya.