GAMBUT2Detak-Palembang.com PALEMBANG – Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi publik tentang restorasi gambut berbasis teknologi tepat guna dan pemanfaatan tanaman lokal di Prov. Sumsel yang diselenggarakan oleh Yayasan Perspektif baru dan kemitraaan di Hotel Aston Palembang.

Di Prov. Sumsel mempunyai wilayah gambut yang sangat luas terutama di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Banyuasin yang merupakan lahan rawan kebakaran. Guna mencegah kebakaran lahan gambut yang sering terjadi di wilayah Sumsel, perlu adanya upaya untuk pencegahannya diantaranya dengan restorasi gambut berbasis teknologi tepat guna dan pemanfaatan tanaman lokal yang sangat bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya.

Untuk menjawab berbagai upaya tersebut Danrem 044/Gapo menyampaikan bahwa Korem 044/Gapo telah membentuk Tim Riset untuk menciptakan sebuah teknologi yang dapat digunakan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran dilahan gambut yang sering terjadi di wilayah Prov. Sumsel yaitu bio teknologi tepat guna yang diberi nama BIOS 44 dan tehnologi untuk mengatasi kebakaran diberi nama NUSANTARA GAPO 44 berupa cairan berbentuk busa (Foam) untuk pemadaman api.

“Sedangkan cara kerja BIOS 44 yang merupakan jenis perpaduan beberapa mikroorganisme yang disatukan berfungsi untuk memperkecil hingga menutupi rongga-rongga yang ada lahan gambut dalam tempo tertentu, dan nantinya lahan gambut tersebut tidak akan mudah terbakar,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut mengambil tema “Lestarikan gambut untuk kemakmuran dan kesejahteraan”. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari lembaga pemerintah terkait, anggota tim restorasi gambut daerah, akademisi, kalangan pebisnis, jurnalis dan perwakilan CSO lingkungan Sumsel.