Detak-Palembang.com BENGKULU – Pada tanggal 03 November 2018 Sabtu malam Danrem 041/Gamas melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kaur.   Dalam Kunjungannya ini Danrem 041/Gamas menyempatkan diri berbincang – bincang dengan nelayan dan memberikan pengarahan kepada sejumlah nelayan yang ada di Kabupaten Kaur terkait dengan adanya penangkapan Benur atau anakan Lobster di Kabupaten Kaur.

Danrem 041/Gamas Kolonel inf Irnando Arnold B.Sinaga meminta nelayan untuk menghentikan aktivitas penangkapan Benur, selain melanggar  undang – undang,  sehingga nelayan nantinya dapat beraktivitas dengan baik.

“Saya meminta kepada  nelayan agar jangan melakukan pelanggaran hukum, tujuan kami  untuk memediasi menengahi agar nanti nelayan agar dapat beraktivitas seperti biasa”. Kata Danrem 041/Gamas.

Lebih lanjut Danrem 041/Gamas juga mengingatkan kepada Kodim, Koramil untuk membantu pihak kepolisian agar tidak ada intimidasi ataupun paksaan terhadap nelayan.  Nelayan juga diminta untuk tidak melakukan penangkapan Benur yang masih sangat kecil sebab dapat memutuskan mata rantai bayi Lobster itu sendiri.

“Jika anaknya sudah ditangkap tentu nanti tak ada lagi udang yang besar yang rugi nelayan itu sendiri dibeli dengan harga murah”. Ujar Danrem 041/Gamas.

Selain itu juga Sekda Kaur H. Nandar Munadi. S. Sos M.Si yang hadir dalam kegiatan itu juga menyampaikan, Ia menegaskan, Hal yang sudah dilarang diminta kepada masyarakaat jangan di lakukan. Selain itu kepada masyarakat nelayan Kaur agar menggunakan alat yang telah ditentukan.