Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Adanya surat pemutusan, Kerjasama Operasional (KSO) dari Kontraktor PT Brantas Adyparaya  dan Konsultan PT Ayodya dibahas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sekda Prov Sumsel) Nasrun Umar dengan pihak terkait di Ruang Rapat Sekda Sumsel, Senin (09/07).

Hasil pembahasan tersebut disampaikan oleh Nasrun Umar, pembangunan Masjid Raya Sriwijaya tetap berjalan, hanya saja ada beberapa review.

“Karena pembangunan Masjid Raya Sriwinaya merupakan salah satu proyek strategis yang diimpikan masyarakat Sumsel dan diimpikan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Di Beberapa kesempatan Gubernur mengatakan penanggung jawab ini adalah Sekda Sumsel jadi saya katakan pembangunan tetap berjalan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya menggiring ke arah bagaimana percepatan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya. Disampaikannya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Kontraktornya masih PT. Brantas Adyparaya dan Konsultannya PT.Ayodya.

“Rapat sekarang ini merupakan percepatan dari pembangunan itu. Pembangunan ini tidak terkendala dengan pelaksanaan Asian Games sehingga tidak harus terhenti,” tegasnya.

Ia menyampaikan, dana pembangunan sendiri bukan merupakan kendala. Ia sebagai Sekda dan penanggung jawab pembangunan Masjid Raya Sriwijaya memang belum menganggarkan karena harus melihat dana yang dikeluarkan sudah sejauh mana.

“Jangan sampai uang sudah keluar terus tapi kondisi dilapangan tidak sesuai. Sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saya harus mengamankan  itu semua. Jangan sampai uang sudah keluar namun ketika diaudit ternyata tidak sesuai, oleh karena itu saya cut off di tahun 2018 ini,” jelasnya.

Namun, ia mengatakan jika mengharuskan setelah investigasi disana harus ada modal yang harus ditambahkan atau dana yang harus dikucurkan kembali mengapa tidak.

“Tentu saya harus punya alasan untuk menambah atau tidak. Untuk berapa besar dana yang sudah dikucurkan silakan tanya BPKAD,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama , Marwah M. Diah Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Menyampaikan, pembangunan Masjid Raya Sriwijaya tetap berjalan terus dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah.

“Untuk dana kita sedang meminta dana ke Negara Iran. Untuk besarannya kita tidak tahu karena kita meminta dan berapa besar yang diberikan terserah pada mereka,” ucapnya.

Progres sampai saat ini mencapai 20 persen berupa timbunan, pondasi dan tiang-tiang.Sekali lagi ia mengatakan sedang berkoordinasi dan akan mulai berjalan lagi pada tahun 2019.