PALEMBANG – Berbagai kendala dalam mempersiapkan kontestasi Pilkada Palembang tidak menyurutkan pasangan Akbar Alfaro – Hernoe Roesprijadi (Akhor) untuk mendaftar sebagai pasangan kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang. Rintangan dan kendala bagi Akhor merupakan tantangan dan pembuktian untuk memimpin kota palembang ke depan.

Hal ini membuktikan  bahwa Akhor sangat yakin bisa memenuhi dukungan calon perseorangan walaupun saat ini masih dinyatakan kurang dukungan oleh KPU sebesar 95.300 dan diminta untuk melengkapi dukungan sebagai persyaratan maju di Pilwako 2018.

“Kami bersyukur dukungan masyarakat terus mengalir sebagai bentuk kepercayaan agar pasangan Akhor dapat melakukan perbaikan dan menata Palembang agar lebih hebat kotanya,  warganya dan masyarakatnya di masa datang” Ujar Kiagus Syamsudin LO Palembang AKHOR saat diwawancarai Minggu (07/01)

Mang Sam,  Sapaan Akrab Kiagus Syamsudin menyakini bahwa koalisi rakyat akan mengantarkan Akhor sebagai kandidat Pilkada Palembang, maka di tanggal 10 Januari 2018 akan datang dan koalisi rakyat juga akan melengkapi dukungan pasangan Akhor sebagai pasangan Independen atau perseorangan ke KPU Palembang.  

“Melihat tren  positif elektabilitas pasangan Akbar – Hernoe, Akhor berkeyakinan bisa bersaing dan memenangkan koalisi rakyat yang saat ini banyak mempertontonkan drama elit politik yang fragmatis,” Jelas Pria Penggemar Pindang Baung ini.

Melihat dinamika pemilih kota  Palembang dan tingginya angka pemlih mengambang membuat pasangan Akhor berkeyakinan koalisi rakyat bisa memenangkan hati rakyat di tahapan pemilihan nanti.

Sementera itu Fuad Kurniawan aktivis muda  yang juga LO Palembang Akhor menjelaskan bahwa visi dan misi pasangan Akhor adalah jawaban dari problem yang dihadapi rakyat Palembang seperti soal keamanan,  lapangan kerja pelayanan kesehatan dan akses pendidikan berkelanjutan.

“Bagi Akhor visi dan misi Palembang Hebat dengan 5G bukan hanya konsep tertulis namun berdasarkan kajian dan penelitian yang secara mendalam dan detail sehingga mampu menjawab problem rakyat secara langsung,”ujar Fuad.

Kekuatan mesin politik yang lahir dari rakyat diyakini Fuad akan mampu mengalahkan  mesin politik dari partai politik.

“Kita sudah mulai menggerakan mesin politik yang berasal dari koalisi rakyat Kota Palembang. Karena Demokrasi adalah dari rakyat untuk rakyat dan kembali ke rakyat,” tutupnya.