Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bambang (33) bersama Alif (31) diringkus Unit Tekab Satreskrim Polresta Palembang lantaran ulahnya yang telah mencuri empat ban beserta velg mobil Avanza yang sedang terparkir di Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan IT I Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab Ipda Daniel membenarkan pihaknya sudah berhasil menangkap dua orang pelaku. Sedangkan, tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran anggotanya.

“Satu orang tersangka terpaksa kita berikan tindakan tegas, karena saat ditangkap mencoba melakukan perlawanan. Selain itu, kita juga masih memburu pelaku lainnya yang identitasnya sudah kita kantongi,” ungkapnya saat dimintai konfirmasi.

Selain tersangka, pihaknya juga mengamankan barang hasil kejahatan berupa empat buah ban, sepasang kaca spion, dongkrak dan satu buah kunci roda yang digunakan kawanan pelaku ketika melancarkan aksi pencurian tersebut.

“Keduanya akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara diatas lima tahun. Kita mengimbau kepada para pelaku yang buron untuk segera menyerahkan diri, karena akan terus kita lakukan pengejaran terhadap mereka,” katanya.

Sementara itu, tersangka Bambang mengakui perbuatannya. Ia mengatakan sebelum aksi pencurian itu dilakukan, ketiga temannya RZ, AN, dan DD mendatangi kediamannya untuk meminjam kunci roda dengan alasan hendak membuka ban mobil RZ.

Merasa tidak percaya, ia bersama Alif mengikuti ketiga temannya itu. Setelah tiba di lokasi, RZ langsung membuka ban mobil tersebut. “bukan saya pak, saya hanya ikut-ikutan saja. Alif juga hanya mengawasi mereka beraksi,” ujar Bambang.

Ditambahkannya, usai mencuri itu. Keempat ban mobil itu, para pelaku langsung pulang ke rumah tersangka Bambang. Barulah keesokan harinya barang bukti dijualkan di Kawasan Jalan Radial, Kecamatan IB I Palembang.

“Satu ban kami jual seharga Rp1,5 juta. Jadi dapat uang Rp6 juta. Dan sudah kami bagi sama rata pak berempat. Sementara Alif hanya mendapatkan bagian sebesar Rp100 ribu. Untuk kaca spionnya belum sempat dijual, kami sudah ditangkap,” pungkasnya.