Detak-Palembang.com PALEMBANG- Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumsel 2017 baru saja berakhir. Asa Musi Banyuasin untuk merebut gelar juara umum di ajang bergengsi kembali tertahan dan harus kembali mengakui keunggulan Palembang yang terus bertengger di puncak klasemen perolehan medali hingga penutupan yang digelar, Minggu (26/11) sore di lapangan atletik Jakabaring Sport City.

Namun menariknya, meski mampu terus mempertahankan gelar juara umum, namun Palembang terus mendapat saingan dari MUBA dan kini selisih antara keduanya semakin ketat. Bila sebelumnya di ajang Porprov X 2015 di Lubuk Linggau lalu Palembang merebut gelar juara dengan torehan medali emas yang cukup meyakinkan yakni 125 medali emas, kini mengalami penurunan menjadi 99 medali emas.

Sementara MUBA yang dulunya hanya mampu meraih 80 medali emas di Porprov X 2015 Lubuk Linggau justru mengalami peningkatan menjadi 91 medali emas. Banyuasin yang sebelumnya berada di urutan kelima kini mampu merebut peringkat ketiga, sedangkan Muara Enim mengalami penurunan dari sisi peringkat serta medali dan kini harus puas menduduki urutan keempat.

Ketua KONI Palembang, Suparman Roman menyebut perjuangan atletnya untuk mempertahankan gelar juara umum tidaklah mudah. “Persaingan kini semakin merata, namun kecintaan yang luar biasa dari atlet Palembang yang ingin menjaga kehormatan membuat kami mampu mempertahankan gelar juara. Mereka membuktikan bahwa tidak bisa dibeli ataupun tergiur godaan dari seluruh pihak,” ungkapnya saat ditemui usai penutupan.

Dirinya pun menyebut kedepan KONI Sumsel selaku penyelenggara dapat lebih tegas menegakkan aturan. “Niat mereka dengan melakukan pembatasan usia sudah sangat baik, namun ternyata dalam prakteknya banyak toleransi dari panitia. Selain itu kabupaten/kota juga harus konsisten memanfaatkan atlet binaan sendiri, jangan terjadi lagi jual beli atlet apalagi dari Sumsel,” tegasnya.

Sementara itu, PALI sendiri menjadi kontingen yang paling tampil mengejutkan di ajang Porprov XI Sumsel 2017 ini. Berstatus sebagai salah satu kontingen termuda, PALI mampu membalikkan prediksi banyak pihak dan berhasil pulang dengan torehan 24 medali emas, 16 perak dan 28 perunggu sehingga berhak duduk di peringkat 8.

“Di Porprov X 2015, kami hanya mendapat 5 medali emas sehingga kali ini hanya mentargetkan perbaikan peringkat saja. Awalnya berdasarkan analisis KONI Pali cuma memprediksi bisa meraih 15 medali emas, tetapi syukur alhamdullilah bisa mendapat jauh lebih banyak,” ungkap Ketua Kontingen PALI, Hendrik Halim.

Pundi-pundi emas PALI sendiri berasal dari cabor dayung yang berhasil memboyong 10 emas, kemudian billiard mampu mengamankan 5 emas. “Dua cabor itu memang melampau target yang dibebankan, namun memang ada juga yang memang kejutan sepeti bulu tangkis, bridge atau pencak silat,” jelasnya.

Hendrik sendiri menyebut dalam 2 tahun terakhir, denyut pembinaan olahraga di Pali memang berdetak cukup kencang. “Kedepan pun kami akan merubah konsep pembinaan, jika selama ini lebih banyak bersifat turnamen maka KONI PALI akan menggantinya dengan kompetisi. Hal ini dimaksudkan agar para atlet binaan tersebut mampu mendapat lebih banyak kesempatan bertanding,” bebernya.

Selain itu, pihaknya pun mengaku akan juga memperbaiki sarana infrastruktur yang ada di PALI.

“Selama ini kami sangat terbantu dengan bantuan dari Pertamina Pendodo, semua fasilitas olahraga mereka bisa kami pinjam setiap saat. Namun Pemkab PALI tetap merencanakan sebuah gedung serba guna yang nantinya bisa digunakan cabor-cabor seperti bulutangkis, bola voli, basket atau lainnya,” tambahnya.

Pemassalan olahraga di PALI diakuinya sudah berjalan cukup baik dan muncul atlet-atlet muda potensial kedepannya. “Sebagai contoh kami tahun lalu membangun sekolah catur dengan segala keterbatasannya, peminatnya meluber sampai 150 siswa. Yang cukup membanggakan, 2 pecatur asli PALI yang masih sangat belia kini mampu masuk ke dalam Akademi Catur Sumsel. Kedepan kami akan terus mengenjot pembinaan di daerah sendiri, selain itu untuk para atlet berprestasi semuanya pun tengah disiapkan tali kasih agar lebih bersemangat berlatih nantinya,” pungkasnya.