Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Pembangunan sebuah kota tidak hanya pisik semata, tetapi juga mental spiritual masyarakatnya juga harus dibangun. Untuk pembangunan mental spiritual itulah pemerintah kota Palembangembuat program gotong-royong dan sholat Shubuh berjamaah.

Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan pembangunan mental spiritual kalau sekarang dinamakan Gerakan Revolusi Mental, telah diterapkan pemkot Palembang dalam bentuk Gerakan Gotong-Royong dan Sholat Subuh berjamaah.

Namun Harnojoyo berpesan juga kegiatan yang bersifat sosial keagamaan tidak hanya menjadi kegiatan yang bersifat seremonial saja tetapi harus direalisasikan. Seperti kegiatan pemecahan rekor MURI untuk lomba penulisan Kaligrafi aksara Arab.

“Saya memberikan apresiasi pada acara hari ini yakni penulisan kaligrafi dengan peserta terbanyak memecahkan rekor MURI dan juga pembukaan MTQ. Saya pesan kepada peserta lomba dalam tulisannya nanti ada pesan yang disampaikan,” Pesannya usai membuka lomba penulisan Kaligrafi di Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (16/03).

Harnojoyo mengatakan mengadakan seremonial agama tetapi melaksanakan perintah agama, ia mencontohkan misalkan dalam tulisan kaligrafi “Kebersihan Sebagian Dari Iman” bukan hanya sebagai bentuk tulisan tetapi realisasikan. Sesudah lomba ini BKB yang sebelum lomba bersih setelah lomba ini kembali menjadi bersih.

“Pemkot Palembang telah merealisasikan apa yang ada dalam tulisan itu dalam bentuk gerakan gotong-royong membersihkan sampah. Siapa yang tidak senang dengan tempat yang bersih, acara akan sukses bila usai acara, meninggalkan tempat ini tetap bersih,” ungkapnya.

Pada kegiatan itu, Perwakilan dari MURI, Ridho Al Amin mengatakan bahwa pemecahan rekor untuk lomba penulisan kaligrafi merupakan pertama. Ia mengatakan pemecahan ini berapapun pesertanya akan kita catatkan.

“Kami berharap pesertanya 1.000 orang tetapi menurut panitia tadi pesertanya mencapai 1.100 orang. Kita akan menghitung berdasarkan tulisan yang dibuat, berapapun itu akan kami catat,” ucapnya singkat.