Detak-Pembang.Com PALEMBANG – Untuk meningkatkan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan Cabang Palembang terus giat mensosialisaikan kepada masyarakat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pembang dr.Andi Anshar, AAK mengatakan, Membuat masyarakat menjadi peduli dengan BPJS Kesehatan. Ia menargetkan pada akhir tahun 2018 kepersertaan sudah mencapai 90 persen.

“Target ini tidak akan tercapai tanpa peran dan partisipasi aktif semua pihak. Semua yang terkait disini adalah masyarakat, rumah sakit baik pusat maupun daerah, juga peran jurnalis yang dapat mensonding informasi ke masyarakat,” ungkap Andi pada kegiatan Media Gathering BPJS Kesehatan Cabang Palembang Tahun 2018, di Kantor BPJS Jalan R Soekamto Palebang, Senin (28/05).

Lanjutnya, dengan program ini banyak masyarakat sudah terbantu, sebagai contoh satu orang sakit dibantu oleh 80 orang sehat. Ia membayangkan bila yang masuk ke BPJS hanya orang sakit, maka dalam jangka waktu satu tahun sudah bangkrut,

“Alhamdulillah sampai saat ini kita tetap bertahan.Bila seorang peserta yang menderita penyakit jantung dan akan dioperasi maka akan membutuhkan biaya hingga ratusan juta rupiah, oleh karenanya perlu didukung oleh 5.882 peserta sehat yang membayar iurannya Rp25.500,” jelasnya

Jadi betapa besar fungsi BPJS dengan kegotong royongannya. Dengan Inpres No 8 tahun 2017 maka di instruksikan kepada 12 kementerian  terkait untuk menerapkan JKN. Inpres ini mempunyai masa berakhirnya, masa berakhir Inpres ini adalah akhir tahun 2018.

“Dari Inpres ini prinsipnya adalah bagaimana menjadikan program JKN menjadi program strategis nasional untuk meningkatkan kepesertaan masyarakat dalam JKN. Capaian kepesertaan Cabang Palembang yang membawahi Kota Palembang, OKI, OI, Muba dan Banyuasin, per 1 April 2018 mencapai 64,1 persen di bawah nasional yang mencapai 76 persen,” katanya.

Untuk kepesertaan Badan pihaknya sedang menyisir perusahaan yang belum registrasi pegawainya.Untuk perorangan dengan cara mendekatkan diri dengan peserta agar peserta tidak susah mendatangi ke BPJS Kesehatan.

“Usaha kami mendatangi di kecamatan dan di pusat perbelanjaan. Kami menyiapkan kader yang berasal dari masyarakat sebagai kepanjangan tangan BPJS, saat ini ada 31 kader,” tutupnya.