Detak-Palembang.com PALEMBANG – Nasib Sriwijaya FC akan ditentukan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, pada Rabu (20/2/2019) ini. Namun, keputusan yang ia sebut ‘kejutan’ itu dibocorkannya terlebih dahulu pada Senin (18/2/2019) malam. 

Meskipun baru sebatas satu dari sekian kemungkinan, Deru mengatakan dirinya telah berkonsultasi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno peluang jika Sriwijaya FC diambil alih oleh BUMN. Ia mengatakan, Menteri Rini pada prinsipnya tidak melarang hal itu.

“Kalau Bu Rini kemarin pada prinsipnya setuju, tapi (prosesnya) panjang. Karena BUMN ini kan pembukuannya akuntabel, auditabel artinya berdasarkan keuangan negara,” ungkapnya.

Deru ini juga mengaku telah menghubungi salah satu BUMN untuk mengutarakan maksudnya. Ia juga mengklaim BUMN tersebut mau mengambil alih klub Sriwijaya FC.

“Salah satu BUMN itu mau. Sudah dihubungi, mau. Tapi yang perlu kita dalami adalah apakah dia hanya sekedar mentake over dan dia (Sriwijaya FC) tidak dipelihara (dijalankan). Karena kita kan untuk dipeliharanya itu, walaupun Pemprov tidak punya saham yang memadai untuk mengendalikan ini, tapi ini moril,’ ungkapnya.

Dikatakan moril, baginya Sriwijaya FC ini merupakan masalah masyarakat Sumsel secara keseluruhan. Tentunya, ia sebagai orang nomor satu di Provinsi Sumsel harus melakukan yang terbaik agar kemelut yang ada di dalam klub bisa terselesaikan.

“Aku ini kan masalah ini (Sriwijaya FC) masyarakat ini masalah moril, aku ingin ini baik. Maka tanggal 20 itulah beri kejutan,” ungkapnya.

Saat disinggung apakah BUMN yang dimaksud adalah Pertamina atau PT Pusri, Deru enggan menjawab. Ia mengatakan, BUMN di Sumsel tidak terbatas pada 2 perusahaan itu saja.

“Prinsip bu Rini setuju yang ini, yang itu (BUMN), aku lihat prosesnya panjang kalau dia BUMN. Artinya enam bulan itu belum tentu bisa Clear artinya pemindahan itu. Sementara Piala Indonesia terus berjalan, Kito nak sebaik-baiknya . Tapi kalau aku beberkan se-centi lagi, bukan kejutan,” pungkasnya.